Liverpool Tak Boleh Lakukan Kesalahan Lawan Galatasaray di Anfield

Liverpool wajib menang di leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Galatasaray di Anfield usai kalah di leg pertama.

Liverpool menghadapi tantangan besar untuk membalikkan keadaan di leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Galatasaray. Kekalahan pada leg pertama di Rams Park membuat mereka tidak punya pilihan selain tampil sempurna di Anfield.

Pertandingan di Istanbul diwarnai atmosfer intimidatif. Spanduk bertuliskan "You are alone in Sami Yen Hell!" menyambut tim tamu, memberikan gambaran mengenai tekanan yang akan dihadapi. Tekanan dari suporter tuan rumah membuat Liverpool kesulitan mengembangkan permainan.

Gol cepat Mario Lemina menjadi penentu kemenangan Galatasaray. Meski demikian, Liverpool diyakini mampu membalikkan keadaan di kandang sendiri.

Galatasaray sendiri memiliki rekor tandang yang kurang meyakinkan. Pada babak play-off sebelumnya, mereka hampir tersingkir setelah menyia-nyiakan keunggulan agregat melawan Juventus. Di League Phase, mereka menelan tiga kekalahan tandang dari Eintracht Frankfurt, AS Monaco, dan Manchester City. Selain itu, suporter Galatasaray tidak akan hadir di Anfield karena larangan dari UEFA. Faktor-faktor ini meningkatkan peluang Liverpool untuk melaju ke perempat final.

Namun, Arne Slot menekankan pentingnya menghindari kesalahan yang sama seperti di Istanbul. Menurutnya, tim yang lebih kuat dari Galatasaray dapat menghukum kesalahan tersebut dengan lebih berat.

Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Ibrahima Konate. Penampilannya dinilai kurang memuaskan. Padahal, performanya sempat membaik dan menjadi andalan Liverpool di lini belakang. Namun, pada laga ini, ia terlihat gugup dan melakukan beberapa kesalahan.

Konate gagal mengantisipasi umpan silang Wilfried Singo, beruntung peluang Victor Osimhen melambung di atas mistar. Ia juga hampir melakukan kesalahan fatal di babak kedua saat salah memberikan umpan ke belakang kepada kiper Giorgi Mamardashvili. Gol Osimhen dianulir karena offside.

Bola sepak pojok Dominik Szoboszlai sempat memantul masuk ke gawang melalui Konate, namun dianulir karena handball.

Slot merasa Liverpool seharusnya mendapatkan penalti pada situasi tersebut. "Jika melihat bagaimana mereka menarik baju Virgil sebelum bola mengenai tangan Ibou, maka bisa dibilang kami bukan satu-satunya yang terkesan dengan atmosfer di sini," ujar Slot.

Slot menambahkan, di Premier League, tarikan seperti itu lebih sering dibiarkan dibanding di Liga Champions. Karena itu, ia sangat terkejut tidak diberikan penalti.

Dalam pertandingan itu Konate hanya menyelesaikan 22 dari 32 umpan, dengan akurasi 68,8 persen. Slot berharap Konate dapat segera bangkit.

Performa Bintang Liverpool

Selain Konate, pemain lain juga tampak terpengaruh oleh atmosfer stadion. Florian Wirtz menyia-nyiakan peluang emas di awal pertandingan. Wirtz juga gagal memaksimalkan peluang lain setelah mendapat umpan dari Alexis Mac Allister.

Liverpool tertinggal melalui situasi sepak pojok yang seharusnya bisa diantisipasi. Mac Allister dan Joe Gomez gagal memenangkan duel udara dengan Osimhen, sementara Milos Kerkez dan Hugo Ekitike berdiri berdekatan di tiang gawang saat Lemina menyundul bola tanpa kawalan.

"Anda harus memberi kredit kepada mereka. Ketika mendapat peluang, mereka bermain seolah itu kesempatan terakhir dalam hidup mereka," kata Slot.

Slot menambahkan, Liverpool terkadang mendapat peluang, tetapi terlihat seolah mereka berpikir masih akan mendapatkan 10 peluang lagi.

Salah satu pemain Liverpool yang tampil cukup baik adalah Mamardashvili. Kiper asal Georgia itu melakukan beberapa penyelamatan penting. Namun, secara keseluruhan Liverpool kurang mampu mengendalikan lini tengah dan tidak cukup konsisten menekan lawan.

Mohamed Salah, yang mencatat penampilan ke-81 di Liga Champions bersama Liverpool, baru digantikan oleh Jeremie Frimpong setelah melewati satu jam permainan. Sementara Ekitike gagal memaksimalkan peluang emas ketika hanya berhadapan dengan Cakir.

Baru Leg Pertama

Sejarah juga tidak berpihak pada Liverpool di Istanbul. Mereka belum pernah menang melawan klub Turki di sana dalam enam percobaan, dengan lima kekalahan dan satu hasil imbang.

September lalu Liverpool juga sempat kalah 0-1 dari Galatasaray di kota yang sama. Kini, mereka kembali harus melakukan hal yang sama, hanya dalam waktu tujuh hari.

"Yang saya tahu sekarang ini baru leg pertama," kata Slot.

Slot menambahkan, Liverpool sudah dua kali kalah di sana dan kabar baiknya, pertandingan berikutnya tidak dimainkan di sana. Laga itu akan dimainkan di Anfield dan para suporter Liverpool bisa menciptakan atmosfer yang serupa.

Slot yakin tidak mungkin begitu banyak hal buruk kembali terjadi seperti dalam dua pertandingan ini. Di kandang sendiri semuanya akan terasa lebih normal bagi Liverpool, dan ia yakin timnya bisa tampil lebih baik.

Jika Liverpool mampu memanfaatkan leg kedua di Anfield, kekalahan di Istanbul mungkin hanya akan menjadi kenangan yang cepat dilupakan. Namun jika kembali gagal, mereka tidak akan punya tempat untuk bersembunyi.

Recommended