Pedagang Perlengkapan Haji di Indonesia Alami Lonjakan Permintaan

Permintaan oleh-oleh dan perlengkapan haji di Indonesia meningkat tajam menjelang keberangkatan jemaah ke Tanah Suci pada musim haji 2026.

Sejumlah pelaku usaha perlengkapan ibadah di Indonesia mencatatkan peningkatan permintaan signifikan menjelang keberangkatan jemaah ke Mekkah pada musim haji, Rabu (22/4/2026). Lonjakan ini didorong oleh kecenderungan jemaah yang memilih membeli buah tangan lebih awal untuk menghindari kendala keterbatasan bagasi pesawat.

Kebutuhan yang meningkat mencakup berbagai komoditas mulai dari pangan khas hingga busana muslim. Dilansir dari Medcom, peluang bisnis musiman ini tetap menjanjikan keuntungan besar jika dikelola dengan strategi pemasaran yang tepat meski hanya berlangsung dalam periode tertentu setiap tahunnya.

Produk yang paling banyak diburu konsumen meliputi perlengkapan utama seperti kain ihram, mukena, gamis, dan baju koko. Selain itu, terdapat tren baru berupa paket starter kit haji praktis yang berisi pembersih tangan, tas kecil, parfum, serta kipas angin mini untuk menunjang kenyamanan ibadah jemaah.

Komoditas pangan khas Timur Tengah juga menjadi primadona di pasar domestik. Air zam-zam, beragam jenis kurma, kismis, serta kacang-kacangan seperti pistachio dan almond tetap menjadi komoditas yang paling dicari karena keterbatasan jatah bawaan dari Arab Saudi.

Sektor aksesoris dan suvenir turut terdampak positif dengan tingginya penjualan sajadah, tasbih, dan Al-Qur’an ukuran saku. Produk-produk ini dinilai memiliki nilai spiritual tinggi bagi jemaah yang ingin membagikan kenang-kenangan kepada kerabat di tanah air.

Kategori parfum dengan aroma khas seperti misik dan kasturi serta varian cokelat unik juga dilaporkan mengalami pertumbuhan penjualan. Para pedagang kini mulai menyiasati stok dengan bekerja sama dengan pemasok terpercaya guna menjaga kualitas produk di tengah tingginya arus permintaan pasar.

Recommended