Rahmad Darmawan Apresiasi Kolaborasi Malut United dan Benfica Bentuk Akademi

Pelatih senior Rahmad Darmawan mengapresiasi proyek jangka panjang Akademi Merah Putih garapan Malut United dan SL Benfica di Ternate.

Kolaborasi strategis antara Malut United dan klub raksasa Portugal, SL Benfica, dalam mendirikan Akademi Merah Putih di Ternate, Maluku Utara, menuai sambutan positif dari insan sepak bola tanah air.

Seperti dikutip dari Bola, apresiasi tinggi datang dari pelatih senior Indonesia, Rahmad Darmawan, yang memandang proyek sepak bola jangka panjang ini sebagai langkah yang sangat monumental.

Rahmad Darmawan menilai keberadaan akademi ini menjadi momentum krusial untuk mendongkrak kapabilitas para pelatih domestik melalui proses transfer ilmu secara langsung dari staf kepelatihan Benfica.

Proyek Akademi Merah Putih dirancang untuk berjalan secara berkesinambungan dalam durasi lima tahun, dengan fokus pembinaan pada pesepak bola muda usia 7 hingga 9 tahun.

Wilayah Maluku Utara, Maluku, serta Papua menjadi prioritas penjaringan talenta, dengan perhatian khusus yang diarahkan bagi anak-anak yatim piatu di kawasan tersebut.

Menurut pria yang akrab disapa RD ini, periode kerja sama yang panjang menjadi pembeda utama karena biasanya program belajar dengan klub Eropa hanya berlangsung singkat melalui kunjungan atau observasi terbatas.

Kehadiran Benfica dalam ekosistem pembinaan ini diyakini mampu membawa perubahan signifikan, khususnya bagi para pelatih lokal yang terlibat langsung di lapangan.

Kesempatan untuk mendampingi serta menyerap metodologi kerja standar Eropa selama bertahun-tahun dinilai sebagai momentum yang sangat langka di Indonesia.

Para pelatih lokal tidak sekadar menyerap landasan teori, melainkan juga mendalami cara Benfica membangun filosofi permainan, membentuk mentalitas pemain muda, hingga mengelola sistem pemanduan bakat.

“Iya pasti bang, karena ini momen yang biasanya kita kan hanya belajar dengan mereka itu visit terus observe, paling sebulan selesai,” ujar Rahmad Darmawan.

“Kalau ini bertahun-tahun loh, lima tahun bayangin. Jadi ini sesuatu transfer knowledge yang luar biasa yang harus dimanfaatkan,” lanjut mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut.

Dampak Berkelanjutan bagi Sepak Bola Nasional

Lebih lanjut, Rahmad Darmawan memproyeksikan bahwa kompetensi yang diserap oleh para instruktur lokal dapat terus berkembang dan diimplementasikan secara mandiri bahkan setelah kemitraan ini selesai.

Konsistensi metodologi serta peningkatan mutu kepelatihan dinilai sebagai pilar utama yang dibutuhkan Indonesia untuk mematangkan kompetisi di level usia dini.

Melalui pemanfaatan kerja sama Malut United dan Benfica secara maksimal, kawasan timur Indonesia diharapkan tidak hanya melahirkan pemain berbakat, tetapi juga mencetak generasi pelatih berkualitas.

“Iya transfer knowledge lima tahun itu udah kayak… harusnya ketika selesai dari academy ini, pelatih-pelatih yang terlibat itu akan mudah sekali mengembangkan hal yang sama gitu,” jelas RD.

Recommended