Persaingan sengit antara dua pembalap pendatang baru, Veda Ega Pratama dari Indonesia dan Brian Uriarte dari Spanyol, menjadi perhatian utama dalam Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Kedua pembalap muda berusia 17 tahun ini, sejak tes pramusim, telah menunjukkan kecepatan dan rivalitas yang membuat paddock Moto3 semakin memanas, seperti dikutip dari Galamedianews.
Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia dan Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo kini menjadi perbincangan hangat. Rivalitas mereka bahkan mengalahkan pertarungan antar pembalap berpengalaman atau tim pabrikan raksasa, menandakan awal dari persaingan yang panjang dan menarik.
Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, kelahiran 2008 ini bukan nama asing di kancah balap Asia. Sebelum debut di Moto3, Veda telah meraih gelar Juara Asia Talent Cup 2023 dan menjadi runner-up Red Bull Rookies Cup 2025.
Dibawah binaan Honda Team Asia dan dukungan penuh PT Astra Honda Motor, Veda memulai musim Moto3 2026 dengan bekal teknis yang matang. Ia dikenal memiliki teknik menikung yang disamakan dengan Marc Marquez, kemampuan adaptasi sirkuit yang cepat, dan mentalitas tenang yang jarang dimiliki pembalap seusianya.
Brian Uriarte: Juara Rookies Cup yang Haus Pembuktian
Lahir di Spanyol pada 11 Agustus 2008, Brian Uriarte menarik perhatian berkat gelar Juara Red Bull Rookies Cup 2025. Kompetisi ini merupakan salah satu seri feeder paling prestisius di MotoGP.
Uriarte berlabuh di Red Bull KTM Ajo, tim junior tersukses dalam sejarah kelas ringan MotoGP yang telah banyak mencetak juara dunia. Ia datang dengan dukungan mesin KTM yang kuat dan tim berpengalaman dalam membentuk juara Moto3.
Rivalitas yang Dimulai Sejak Pramusim
Tes Pramusim Jerez: Veda Ungguli Uriarte
Jauh sebelum seri pertama Moto3 dimulai, rivalitas kedua pembalap ini sudah memanas di Sirkuit Jerez, Spanyol, saat tes pramusim 2026. Di sana, Veda membuktikan bahwa gelar juara Rookies Cup Uriarte tidak serta merta menjamin dominasi di Moto3.
Pada hari kedua tes, Veda mencatatkan waktu terbaik 1 menit 44,968 detik, mengungguli Uriarte. Ini menjadi sinyal awal yang kuat mengenai potensi Veda di Moto3.
Tes Pramusim Buriram: Veda Curi Perhatian, Uriarte Alami Insiden
Pada tes pramusim berikutnya di Sirkuit Buriram, Thailand, karakter kedua pembalap semakin terlihat. Veda tampil konsisten dan stabil dalam berbagai kondisi lintasan, sementara Uriarte mengalami insiden yang membuatnya kehilangan sebagian program tes, memengaruhi kesiapan datanya menjelang seri pembuka.
Performa Head-to-Head di Tiga Seri Pertama
Seri pertama Moto3 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, menjadi momen bersejarah bagi Veda Ega Pratama. Setelah menempati posisi keenam pada FP1, pembalap binaan PT Astra Honda Motor tersebut finis di urutan kedelapan pada sesi Practice. Hasil ini memastikan Veda lolos ke Q2 kualifikasi Moto3 Thailand.
Pembalap berusia 17 tahun ini bahkan mencetak prestasi luar biasa dengan langsung lolos ke Q2 di seri debutnya pada kelas Moto3, sebagaimana dilansir dari Bola.com pada Jumat (27/02/2026).
| Aspek | Veda Ega Pratama | Brian Uriarte |
|---|---|---|
| Start Grid | P5 | P12 |
| Hasil Race | P5 | P7 |
| Poin | 11 | 9 |
| Rookie Rank | #1 | #2 |
Pada GP Thailand, Veda tidak hanya mengalahkan Uriarte dalam balapan, tetapi juga dalam kualifikasi. Uriarte mengakui kekalahannya dan menyebut dirinya banyak belajar dari pembalap di depannya setelah balapan di mana ia hanya finis di posisi ketujuh, jauh di belakang ekspektasi sebagai juara Rookies Cup.
| Aspek | Veda Ega Pratama | Brian Uriarte |
|---|---|---|
| FP1 | P8 | P1 |
| Hasil Race | P3 PODIUM | Tidak di podium |
| Poin | 16 | ~5–9 |
| Rookie Rank | #1 | #2 |
Di GP Brasil, Uriarte memang lebih cepat di sesi latihan bebas, bahkan menjadi yang tercepat di FP1 dalam kondisi lintasan basah. Namun, Veda kembali menunjukkan kemampuannya mengelola tekanan balapan dengan meraih podium ketiga, sebuah pencapaian bersejarah bagi Indonesia. Uriarte tidak masuk dalam tiga besar.
| Aspek | Veda Ega Pratama | Brian Uriarte |
|---|---|---|
| Start Grid | P4 | P14 |
| Hasil Race | DNF (crash lap 5) | P7 |
| Poin | 0 | 9 |
| Rookie Rank | #1 (masih) | #2 |
Seri Amerika menjadi satu-satunya balapan di mana Uriarte meraih hasil lebih baik. Veda mengalami kecelakaan (highside) di Tikungan 11 lap ke-5, memberikan kesempatan bagi Uriarte untuk finis di posisi ketujuh dan mengumpulkan 9 poin. Selisih poin antara keduanya yang sempat 13 poin terpangkas menjadi hanya 4 poin.
Menurut catatan statistik resmi Moto3, Brian Uriarte menjadi satu-satunya pembalap debutan yang belum kehilangan poin dari tiga balapan awal Moto3 2026.
Klasemen Rookie Moto3 2026 Terkini
| Posisi | Pembalap | Tim | Motor | Poin | Klasemen Umum |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | Honda | 27 | P7 |
| 2 | Brian Uriarte | Red Bull KTM Ajo | KTM | 23 | P9 |
| 3 | Rico Salmela | KTM Tech3 | KTM | 20 | P10 |
| 4 | Casey O'Gorman | — | — | 12 | P12 |
| 5 | Hakim Danish | — | — | 9 | — |
Veda Ega Pratama masih memimpin klasemen rookie dengan selisih 4 poin dari Uriarte. Keunggulan ini semakin bermakna mengingat Veda memiliki satu kali DNF (tidak finis) sementara Uriarte belum pernah.
Perbedaan Karakter Balap yang Menarik
Rivalitas Veda-Uriarte menjadi menarik karena perbedaan fundamental dalam karakter balap keduanya.
| Dimensi | Veda Ega Pratama | Brian Uriarte |
|---|---|---|
| Gaya balap | Teknis, presisi, "cold head" | Agresif, kecepatan tinggi |
| Keunggulan | Cornering, race management, tire saving | Top speed, motor KTM lebih kencang |
| Motor | Honda NSF250RW | KTM RC250 |
| Tim | Honda Team Asia | Red Bull KTM Ajo (tim juara dunia) |
| Dukungan | Asia talent pipeline | Mesin talent pipeline Eropa terbaik |
| Kualifikasi | Konsisten Q2 otomatis (hattrick) | Sering mulai dari posisi rendah |
| Race pace | Sangat kuat di lap tengah-akhir | Sangat kuat di kondisi basah |
Singkatnya, Uriarte menunjukkan kecepatan superior dalam kondisi ideal, sementara Veda lebih menonjol dalam hal konsistensi di berbagai kondisi. Dalam balapan Moto3 yang jarang berjalan ideal, konsistensi seringkali menjadi kunci kemenangan.
Ironi Manis dalam Rivalitas
Sebuah ironi menarik menyertai persaingan ini. Di Red Bull Rookies Cup 2025, Uriarte berhasil mengalahkan Veda untuk merebut gelar juara, dengan Veda finis sebagai runner-up. Namun, di panggung Moto3, posisi keduanya terbalik sempurna, dengan Veda memimpin dan Uriarte yang mengejar.
Situasi ini membuktikan bahwa gelar di ajang feeder series tidak selalu menjamin dominasi di Kejuaraan Dunia, dan Veda Ega Pratama adalah anomali yang tidak mudah diprediksi berdasarkan statistik masa lalunya.
Jerez: Babak Krusial Berikutnya
GP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez-Ángel Nieto pada 24–26 April 2026 akan menjadi panggung berikutnya untuk duel ini. Konteksnya semakin dramatis karena Jerez adalah kandang Uriarte, namun sirkuit ini juga menjadi tempat Veda pernah mengalahkan Uriarte saat tes pramusim. Selain itu, Jerez dikenal sebagai sirkuit teknis dengan tikungan lambat yang lebih cocok untuk Honda dan gaya balap Veda, dibandingkan dengan KTM yang historisnya lebih kompetitif di sirkuit dengan lintasan lurus panjang.
Dengan selisih 4 poin di klasemen rookie, setiap posisi di Jerez akan menjadi penentu dalam persaingan ketat ini. Siapakah yang akan unggul di Andalusia, pemuda Gunungkidul yang telah membuktikan diri, atau juara Rookies Cup yang haus pembuktian? Jawabannya akan mulai terungkap pada Minggu, 26 April 2026, pukul 16.00 WIB.