Luciano Spalletti, pelatih Juventus, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi timnya. Selepas kekalahan 0-2 dari Como di Turin, Spalletti menilai bahwa masalah utama Juventus bukan hanya lawan, tetapi juga diri mereka sendiri.
Menurut Spalletti, Juventus sedang mengalami krisis kepercayaan diri yang berdampak besar pada performa tim. Hasil negatif ini memperpanjang catatan buruk Juventus, yang hanya meraih satu hasil imbang dari lima pertandingan terakhir.
Spalletti menyoroti dampak gol pertama Como terhadap mental para pemainnya. "Penampilan kami juga dipengaruhi oleh gol pertama itu, karena momen-momen seperti itu memang membuat perbedaan," katanya kepada DAZN Italia.
Mantan pelatih Napoli itu juga menyoroti kelemahan Juventus dalam mengantisipasi gol pembuka. "Ketika Anda kebobolan gol pembuka sampai 13 kali, dalam jangka panjang Anda akan membayar mahal untuk itu," ucap Spalletti.
Lebih lanjut, Spalletti menjelaskan bahwa setelah periode antusiasme dan performa apik, kepercayaan diri tim menghilang. Hal ini membuat kesalahan menjadi lebih fatal dan memengaruhi mental pemain.
Suporter Juventus pun menunjukkan kekecewaan mereka dengan siulan keras di akhir pertandingan. Juventus kini harus bersiap menghadapi Galatasaray di Liga Champions dan Roma di Serie A.
Spalletti kembali menekankan pentingnya aspek mental dalam upaya kebangkitan tim. Ia melihat kurangnya keyakinan dan otoritas pada para pemainnya. "Itu bukan sesuatu yang biasa terjadi, dan mereka merasa terjebak oleh situasi ini," ungkap Spalletti.
Spalletti menolak menyalahkan kiper Michele Di Gregorio atas kekalahan tersebut, dan menegaskan bahwa tanggung jawab harus dibagi rata.
Dengan sejumlah pemain absen karena skorsing dan cedera, Spalletti menekankan bahwa perubahan harus datang dari dalam tim. "Lawan kami dalam kasus ini adalah diri kami sendiri," tutur Spalletti.