George Brown Jalani Ramadan Pertama di Yogyakarta

Bek PSBS Biak, George Brown, merasakan tantangan berpuasa Ramadan jauh dari keluarga di Yogyakarta.

Adaptasi menjadi kunci bagi George Brown dalam menyambut Ramadan tahun ini. Sebagai pemain sepak bola profesional, ia harus menjaga kondisi fisik agar tetap prima bersama PSBS Biak di BRI Super League 2025/2026.

Ramadan kali ini terasa berbeda bagi bek PSBS Biak tersebut. Pemain berdarah Indonesia-Inggris ini menghadapi tantangan baru karena jauh dari keluarga.

Menurut George Brown, hari pertama puasa kemarin terasa lemas dan kurang fokus. "Puasa hari pertama kemarin, ya biasa badan rasa lemas sedikit sama mungkin kurang fokus, tapi karena hari pertama ya begitulah," kata George Brown kepada Bola.com, Sabtu (21/2/2026).

Ia menambahkan bahwa ia yakin dapat beradaptasi dalam satu atau dua minggu ke depan. "Namun, mungkin satu sampai dua minggu kami semua bisa adaptasi langsung nanti, di latihan enggak ada masalah," sambungnya.

Musim lalu, George Brown membela Persita Tangerang dan tinggal bersama keluarganya. Tahun ini, ia harus tinggal sendiri di Yogyakarta karena PSBS Biak bermarkas di Sleman.

"Sekarang di Jogja saya sendirian, enggak ada keluarga. Jadi ya mungkin bulan puasa ini lebih sulit dari kemarin karena pas di Tangerang saya tinggal di rumah bersama keluarga," ujarnya.

Meski demikian, ia tetap bersyukur bisa berada di Yogyakarta dan belajar hal baru. "Jadi kalau puasa sama keluarga lebih gampang, lebih enak. Tapi ya saya bersyukur tahun ini di Jogja sendiri, mungkin saya bisa belajar yang lain," lanjut George.

Cuaca juga menjadi faktor yang memengaruhi kondisi fisiknya selama berpuasa. Ia merasakan perbedaan antara panasnya Tangerang musim lalu dengan cuaca di Yogyakarta saat ini. "Iya, di Tangerang panas sekali. Kita juga latihan sore tapi masih tetap panas banget jadi cepat capek. Saat ini di Jogja sering hujan ya, lagi dingin jadi enggak terlalu susah," jelasnya.

Perbedaan Ramadan di Inggris dan Indonesia

George Brown menegaskan bahwa ia sudah memeluk Islam sejak lahir. "Dari lahir sudah muslim. Keluarga saya dari Serang jadi dari masih bayi saya diajarkan Islam oleh ibu saya," ungkapnya.

Ia juga menceritakan pengalamannya menjalani Ramadan di Inggris dan Amerika Serikat. Menurutnya, ada perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan di Indonesia. "Beda sekali. Saya di Inggris cukup lama, di Amerika juga. Teman Islam saya cuma ada sedikit sekali, masjid juga susah dicari. Saya juga sendirian jadi susah," kenangnya.

Di Indonesia, ia merasa lebih mudah fokus karena banyak teman dan dekat dengan keluarga. "Kalau di Indonesia enak, saya sudah banyak teman dan dekat keluarga. Jadi bulan puasanya enak, saya bisa fokus. Kalau di luar susah fokus, jujur saja ya," imbuhnya.

Es Pisang Ijo Jadi Menu Favorit

George Brown mengaku selalu menantikan es pisang ijo saat berbuka puasa. "Es pisang ijo," jawabnya singkat ketika ditanya mengenai menu favoritnya.

Ia berharap bisa menjalani Ramadan tahun ini dengan lebih baik. Meski jauh dari keluarga, ia ingin menjadikannya sebagai tantangan untuk berkembang. "Saya berharap tahun ini bisa full puasa. Puasa tahun lalu enggak puasa sekali, karena tim main lawan Malut United di Ternate jadi ya pas perjalanan di situ saya bocor," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa berpuasa jauh dari keluarga akan menjadi tantangan tersendiri baginya. "Tahun ini mungkin lebih sulit sama challenge buat saya karena jauh dari keluarga. Saya harus puasa sendiri, sahur sendiri, buka puasa sendiri. Itu lebih susah tapi saya senang bisa belajar banyak dari situ," tutup George.

Recommended