Air mata Romelu Lukaku tak terbendung saat Napoli meraih kemenangan dramatis atas Verona. Pertandingan yang berlangsung di markas Hellas Verona pada Minggu (1-3-2026) dini hari WIB itu menjadi momen emosional bagi sang pemain.
Gol yang dicetak Lukaku di menit-menit akhir pertandingan bukan hanya memastikan kemenangan Napoli, tetapi juga menjadi akhir dari masa sulitnya yang diwarnai cedera dan duka mendalam.
Lukaku baru bermain 41 menit musim ini setelah mengalami cedera paha serius saat pramusim. Namun, pada menit keenam injury time, ia berhasil mencetak gol yang memastikan kemenangan 2-1 atas Verona, yang saat itu berada di dasar klasemen.
Beberapa detik setelah gol tersebut, peluit akhir berbunyi dan Lukaku terlihat menangis. Gol itu menjadi yang pertama baginya sejak 23 Mei, setelah melewati masa-masa sulit.
Selain cedera paha, Lukaku juga harus menghadapi kenyataan pahit atas meninggalnya sang ayah, Roger, pada September lalu di usia 58 tahun.
Di tengah perayaan kemenangan tim, Lukaku menunjuk ke langit usai mencetak gol kemenangan. Ia mengungkapkan bahwa sepak bola telah memberikan segalanya baginya, tetapi kehilangan sang ayah merupakan beban berat yang dirasakannya setiap hari.
"Secara pribadi, sepak bola memberi Anda banyak hal. Sepak bola telah memberi saya segalanya, tetapi kehilangan ayah saya seperti saya kehilangannya, itu membebani saya setiap hari," kata Lukaku kepada DAZN.
Ia menambahkan bahwa dirinya terus berjuang demi putri-putrinya, saudaranya, dan Napoli yang telah memberikan banyak hal padanya. "Karena sebelum tiba di Napoli, saya sudah mati. Tahun lalu kami melakukan sesuatu yang luar biasa, tahun ini sedikit sulit bagi kami, tetapi kami harus melihat ke depan dan melakukan segalanya untuk finis setinggi mungkin di klasemen," ungkapnya.
Saat ayahnya meninggal, Lukaku menulis pesan penghormatan di Instagram, "Terima kasih telah mengajari saya semua yang saya tahu. Saya akan selamanya bersyukur dan menghargai Anda. Hidup tidak akan pernah sama lagi. Melindungi dan membimbing saya seperti yang tidak bisa dilakukan orang lain. Saya tidak akan sama lagi. Rasa sakit dan air mata mengalir deras. Tetapi, Tuhan akan memberi saya kekuatan untuk bangkit kembali."
Kemenangan Napoli
Kemenangan atas Verona menjadi yang pertama bagi Napoli dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi. Sang juara bertahan Serie A itu tetap berada di posisi ketiga klasemen, berjarak 14 poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan, yang menang 2-0 atas Genoa. Sementara itu, Verona masih terpaut sembilan poin dari zona aman.
Napoli sebenarnya memulai laga dengan baik. Rasmus Hojlund membawa tim tamu unggul lewat sundulan dari jarak 12 meter. Namun, Hojlund juga terlibat dalam gol penyama kedudukan pada menit ke-65. Ia mencoba menghalau sepak pojok Verona, tetapi bola justru mengarah ke Jean-Daniel Akpa Akpro. Tembakan Akpa Akpro kemudian berubah arah setelah mengenai Højlund dan masuk ke gawang. Gol tersebut tetap dicatat atas nama Akpa Akpro karena sepakan awalnya mengarah ke gawang.
Verona hampir saja mencuri kemenangan pada masa injury time. Kieron Bowie gagal mengarahkan bola ke sasaran setelah kiper Napoli, Alex Meret, gagal mengantisipasi umpan silang dengan sempurna.
Namun, Napoli justru berhasil mencuri kemenangan. Skema tendangan sudut pendek berujung umpan silang yang dilepaskan Giovane kepada Lukaku, yang masuk sebagai pemain pengganti. Dengan satu sentuhan jarak dekat, ia memastikan tiga poin, dan menutup malam emosionalnya dengan cara yang tak akan mudah dilupakan.