Maarten Paes Terima Kritik Usai Ajax Keok di Laga Krusial

Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, menjadi sorotan tajam setelah Ajax Amsterdam kalah 1-2 dari FC Twente. Performa Paes dinilai kurang memuaskan.

Maarten Paes, kiper Tim Nasional Indonesia, mendapati posisinya semakin sentral di klub Ajax Amsterdam sejak kedatangannya pada Februari 2026. Ia semula direkrut sebagai kiper kedua dari FC Dallas dengan kontrak berdurasi 3,5 tahun. Namun, cedera serius yang menimpa kiper utama, Vitezslav Jaros, mengubah perannya menjadi penjaga gawang andalan dalam enam pertandingan terakhir.

Situasi kiper Ajax kian memprihatinkan setelah Joeri Heerkens, kiper ketiga berusia 19 tahun, juga mengalami cedera engkel parah dan memerlukan operasi, seperti diberitakan oleh Bola. Insiden ini terjadi saat Heerkens membela Jong Ajax melawan Vitesse di Keuken Kampioen Divisie pada Senin, 6 April 2026. Ia hanya bermain selama 19 menit sebelum digantikan Aymean El Hani, dalam laga yang berakhir dengan kekalahan telak 1-6 bagi Ajax U-23.

Penampilan Paes bersama Ajax mendapat sorotan tajam menyusul kekalahan 1-2 dari FC Twente di Johan Cruijff Arena. Menurut laporan VIVA, tim tuan rumah yang bermain dominan justru gagal memaksimalkan peluang dan kebobolan dua gol, hanya mampu membalas satu. Kekalahan ini menjauhkan Ajax dari zona Liga Champions dan memicu gelombang kritik dari para pengamat di Belanda.

Salah satu legenda Ajax, Wim Kieft, mengkritik keras performa tim. "Ajax bermain buruk, tetapi FC Twente bermain cukup baik. Mereka juga tidak kesulitan. FC Twente adalah tim yang percaya diri dan para bek sayap mereka sangat menghibur," kata Kieft. Ia juga secara spesifik menyoroti Maarten Paes, menilai distribusi bola sang kiper menjadi masalah serius dalam skema permainan Ajax, dengan kecenderungan mengumpan ke Josip Sutalo.

Kritik serupa datang dari Rafael van der Vaart, mantan bintang Tottenham Hotspur, yang mempertanyakan kualitas pembangunan serangan dari lini belakang Ajax. Ia merasa heran dengan bagaimana lini belakang tim beroperasi. Secara statistik, performa Paes kurang memuaskan dengan rating terendah di tim, yaitu 5,6. Meskipun mencatatkan tiga penyelamatan penting, dua gol yang bersarang di gawangnya menjadi catatan negatif.

Tantangan Berat Menuju Liga Champions

Dengan cederanya Viteszlav Jaros dan Joeri Heerkens, Maarten Paes kini menjadi satu-satunya kiper yang siap di tim utama Ajax. Paul Reverson, kiper muda berusia 20 tahun keturunan Ghana-Belanda, dikabarkan naik untuk menjadi pelapisnya, setelah mencatat 16 penampilan di Keuken Kampioen Divisie.

Di sisa musim 2025/2026, Paes dan Ajax menghadapi ujian berat untuk mengamankan tiket Liga Champions. Mereka kini menempati urutan kelima dengan 48 poin, tertinggal enam poin dari Feyenoord di posisi kedua dan lima poin dari NEC Nijmegen di posisi ketiga. Ajax harus memenangkan kelima pertandingan tersisa di Eredivisie dan berharap para pesaingnya tergelincir untuk bisa lolos ke kompetisi antarklub paling bergengsi Eropa tersebut. Pertandingan selanjutnya bagi Paes dan Ajax adalah menghadapi Heracles Almelo pada Minggu, 12 April 2026.

Recommended