Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, terus menjadi sasaran kritik dan olok-olok dari beberapa pengamat sepak bola di Belanda. Hal ini terkait dengan kiprah Paes bersama Ajax Amsterdam dalam persaingan Eredivisie musim 2025/2026, dilansir dari Bola.
Paes yang berusia 27 tahun telah bermain dalam enam pertandingan bersama Ajax sejak direkrut dari FC Dallas pada Februari lalu. Selama periode tersebut, ia kebobolan tujuh kali, mencatatkan dua kali nirbobol, dan meraih rata-rata rating 6,94 per laga.
Kesempatan menjadi kiper utama Ajax didapatkan Maarten Paes setelah Vitezslav Jaros mengalami cedera panjang. Paes dijadwalkan akan kembali diandalkan Ajax saat menghadapi tuan rumah Heracles Almelo pada Minggu, 12 April 2026.
Performa mantan kiper FC Dallas ini menarik perhatian dua mantan pesepak bola Belanda yang kini menjadi pundit, Rene van der Gijp dan Wim Kieft. Keduanya, menurut pemberitaan di media Voetbal Primeur, bahkan tertawa terbahak-bahak saat membahas kiper klub Amsterdam tersebut dalam podcast KieftJansenEgmondGijp belum lama ini.
“Wouter Paes, saya tidak tahu nama depannya,” kata Van der Gijp sambil tertawa. Setelah diklarifikasi bahwa nama depan Paes adalah Maarten, Kieft bertanya, “Di mana dia bermain sebelum Ajax?” dengan Gijp terkekeh menjawab, “Saya tidak tahu.”
Maarten Paes seringkali dikritik setiap kali Ajax meraih hasil kurang memuaskan. Kekalahan 1-2 dari FC Twente pada pekan ke-29 Eredivisie 2025/2026 di Johan Cruyff ArenA, Sabtu, 5 April 2026, menjadi puncak kritik tersebut.
Dalam pertandingan melawan Twente, Paes melakukan tiga penyelamatan penting dari total 51 sentuhan bola, termasuk upaya membangun serangan. Ia juga mencatat enam kali kontribusi defensif, meskipun kebobolan dua gol.
Pembawa acara podcast, Michel van Egmond, menjelaskan bahwa Paes datang ke Ajax bersama Jordi Cruyff. Ia juga mencari tahu klub-klub sebelumnya yang diperkuat oleh Maarten Paes.
“NEC, nol pertandingan dimainkan, nol pertandingan dimenangkan. Saya hanya membacakan semuanya,” ujar Van Egmond, diikuti tawa dari para pundit. “Itu jelas merupakan puncak kariernya,” seru Van der Gijp.
Kritik Wim Kieft Terhadap Postur Paes
Wim Kieft menambahkan kritik terhadap penampilan Maarten Paes, yang dianggap tidak mampu memaksimalkan postur tingginya sebagai seorang kiper. Paes diketahui memiliki tinggi 1,92 meter.
“Dia tinggi, tapi dia tidak bisa menjaga gawang. Dia sama sekali bukan kiper,” tambah Kieft dengan nada sinis.
Meskipun demikian, Maarten Paes memiliki karier profesional yang cemerlang di klub dan merupakan penjaga gawang andalan Timnas Indonesia. Ia mendapatkan paspor Indonesia pada 30 April 2024 melalui jalur keturunan neneknya yang lahir di Kediri, Jawa Timur.
Paes telah mencatatkan 11 penampilan bersama Timnas Indonesia sejak debutnya pada 5 September 2024. Penampilan terkininya adalah saat membawa Timnas Indonesia mengalahkan St. Kitts and Nevis 4-0 dalam ajang FIFA Matchday di Jakarta pada 27 Maret lalu.