Victor Osimhen memberikan penjelasan terkait keputusannya untuk tidak merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Juventus dalam laga leg kedua play-off Liga Champions, Kamis (26-2-2026) dini hari WIB. Gol tersebut memastikan kemenangan Galatasaray dan langkah mereka ke babak 16 besar.
Pertandingan Juventus melawan Galatasaray berlangsung dramatis. Juventus sempat unggul 3-0 hingga menit ke-90, meski bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua. Osimhen mencetak gol penentu di babak tambahan waktu, namun memilih untuk tidak melakukan selebrasi.
Osimhen mengungkapkan alasannya dalam wawancara dengan Prime Video Italia usai pertandingan. "Saya tidak perlu melakukannya. Penting untuk menghormati seseorang yang saya pedulikan dan punya peran penting dalam karier saya," kata Osimhen, merujuk pada Luciano Spalletti.
"Jelas, saya berbicara tentang (Luciano) Spalletti. Saya tidak merasa perlu merayakannya," imbuhnya. Osimhen dan Spalletti pernah bekerja sama di Napoli pada 2021-2023.
Selain menghormati Spalletti, pemain asal Nigeria itu juga merasa performa timnya tidak layak dirayakan meski berhasil lolos. "Kami bermain buruk, bahkan ketika mereka bermain dengan sepuluh orang, jadi tidak ada alasan untuk merayakannya. Bahkan ketika saya mencetak gol penentu, saya tidak merasa perlu merayakan. Saya bukan tipe pemain yang mencoba menyembunyikan emosi. Saya melihat orang-orang ini bertepuk tangan untuk Juventus atas penampilan mereka. Saya bisa bilang, saya senang," tutur Osimhen.
Osimhen juga mengkritik performa timnya secara keseluruhan. Dalam wawancara terpisah dengan CBS Sports, ia menegaskan kekecewaannya. "Saya harus jujur, saya kecewa dengan penampilan tim, seluruh tim," katanya.
"Saya harus memberi pujian kepada Juventus atas permainan mereka. Kami lolos, tetapi masih banyak yang harus kami perbaiki jika ingin melangkah lebih jauh dan menghadapi tim-tim besar. Penampilan kami sebenarnya tidak bagus; Juventus pantas menang, tetapi saya senang tim saya lolos ke babak berikutnya," lanjutnya.
Di babak 16 besar, Galatasaray akan berhadapan dengan Liverpool atau Tottenham. Atalanta menjadi satu-satunya wakil Serie A yang tersisa dan akan melawan Bayern Munchen atau Arsenal.