Maarten Paes memberikan tanggapannya terhadap berbagai kritikan yang menghampirinya, meskipun baru dua kali membela Ajax Amsterdam.
Kiper yang juga menjadi andalan Timnas Indonesia ini menerima banyak kritik setelah melakoni dua pertandingan bersama Ajax Amsterdam. Ia direkrut dari FC Dallas pada awal Februari 2026.
Awalnya, Paes diproyeksikan sebagai kiper kedua di bawah Vitezslav Jaros. Namun, cedera yang dialami Jaros dalam sesi latihan membuatnya naik menjadi kiper utama.
Paes telah bermain dalam dua pertandingan, yaitu melawan NEC Nijmegen dan PEC Zwolle.
Debutnya terjadi saat Ajax bermain imbang 1-1 melawan NEC Nijmegen di kandang, beberapa waktu lalu. Pertandingan keduanya adalah saat menahan imbang 0-0 PEC Zwolle.
Dalam dua laga tersebut, Paes mendapat kritik dari berbagai pihak.
Kritik Pedas dari Analis Sepak Bola
Kees Kwakman, seorang analis dari ESPN Belanda, mengklaim telah mengamati penampilan Maarten Paes. Ia menilai bahwa Paes masih terlihat gugup, terutama saat debut melawan NEC. Selain itu, ia juga menyoroti blunder yang hampir terjadi saat melawan Zwolle.
"Paes menjadi penjaga gawang utama Ajax di pertandingan pertamanya, dan tentu ada ketegangan di sana. Melawan NEC adalah laga sulit, dia sering berada di bawah tekanan," kata Kwakman, dikutip dari Voetbal Primeur.
Kenneth Perez, analis ESPN Belanda lainnya, memberikan kritik yang lebih tajam. "Mereka (Ajax) memiliki kiper yang paling merepotkan dalam sejarah," tegasnya.
"Paes itu, dia memainkan bola-bola paling gila. Anda harus menjaganya dengan bersih, atau tidak menjaganya sama sekali," kata Perez.
Wim Kieft, mantan pesepak bola Belanda yang kini menjadi pengamat, menyoroti permainan build-up Ajax yang dinilai kacau saat melawan PEC Zwolle. Ia heran mengapa Paes terus mengoper bola kepada bek, padahal timnya kesulitan membangun serangan.
"Kiper itu terus saja mengoper bola kepada bek. Kalau saya akan mengoper bola panjang saja karena mereka sama sekali tidak bisa membangun serangan di Ajax. Tidak ada yang bisa membangun serangan di Ajax," cetus Kieft.
Respons Maarten Paes Terhadap Kritik
Menghadapi berbagai kritikan tersebut, Maarten Paes memilih untuk tetap berpikir positif. Ia mengakui adanya tekanan dalam dua penampilannya, tetapi fokus utamanya adalah menjaga gawang dari ancaman lawan.
Secara statistik, Paes tercatat melakukan tujuh penyelamatan krusial saat melawan NEC dan dua penyelamatan gemilang saat menghadapi Zwolle.
"Ajax adalah langkah besar dalam karier saya. Saya sudah bisa merasakan bahwa saya mencetak rekor pribadi untuk kekuatan lompatan dan kekakuan pergelangan kaki, istilah yang biasa digunakan penjaga gawang. Dan di lapangan, semuanya terjadi jauh lebih cepat daripada yang biasa saya alami. Ada tekanan dan saya bukan tipe orang yang lari dari tekanan itu. Secara keseluruhan, saya pikir ini sangat cocok," kata Maarten Paes di laman resmi Ajax.
"Saya rasa saya disambut dengan sangat baik oleh tim. Debut saya datang lebih cepat dari yang diharapkan, terutama karena saya sedang menghadapi banyak hal di luar lapangan. Misalnya, pindah rumah dan urusan administrasi. Langkah baru selalu menyenangkan, terutama ketika Anda memasuki ruang ganti yang baru," imbuhnya.
"Sangat menyenangkan bekerja di klub ini. Keluar dari zona nyaman sesekali itu baik, karena keluar berarti pertumbuhan. Saya tidak sabar untuk menciptakan kenangan indah bersama," tegas pemilik 10 caps di Timnas Indonesia tersebut.
Paes berpeluang kembali bermain saat Ajax menghadapi Groningen pada pekan ke-26 Eredivisie, Sabtu (7-3-2026).