Kiper Ajax, Maarten Paes, mengungkapkan kekecewaannya atas kekalahan dari Groningen dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Euroborg Stadium pada Minggu (8/3/2026) dini hari WIB itu, berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan tuan rumah.
Paes, yang kembali menjadi starter, harus melihat gawangnya kebobolan sejak menit awal. Thom van Bergen membuka skor untuk Groningen di menit ke-6, disusul gol dari Oskar Zawada pada menit ke-65 dan 72. Ajax sempat menyamakan kedudukan melalui Davy Klaassen di menit ke-30.
Kekalahan ini membuat Ajax semakin kesulitan untuk bersaing di posisi dua besar klasemen Eredivisie. Mereka tertahan di posisi ketiga dengan 44 poin.
Usai pertandingan, Maarten Paes tanpa basa-basi menyoroti kurangnya gairah timnya untuk meraih kemenangan, terutama di babak kedua.
"Di babak pertama, selain gol itu, tidak banyak yang terjadi, tetapi kami tidak keluar dari ruang ganti dengan baik," kata Paes kepada Voetbal International.
Paes juga menambahkan, "Dan setelah skor 2-1, kami tidak menunjukkan apa pun yang menunjukkan bahwa kami adalah sebuah tim. Itu menyakitkan. Namun, saya lebih dulu introspeksi diri. Saya bukan tipe orang yang suka menyalahkan orang lain; saya sudah dewasa, jadi saya bertanggung jawab, tetapi saya pikir kalian semua melihat bahwa kami saling mengecewakan di akhir pertandingan."
Kurang Talenta? Bukan Itu Masalahnya
Paes juga menyoroti perbedaan antara timnya dan Groningen. Menurutnya, meskipun Ajax memiliki banyak pemain bertalenta, ada hal lain yang kurang. Ia menyebut Ajax kekurangan kerja keras, berbeda dengan Groningen yang menunjukkan semangat juang lebih tinggi.
"Jika Anda melihat tim kami dan tim Groningen, Anda akan melihat bahwa kami memiliki banyak talenta. Tetapi di sini Anda melihat sepuluh atau sebelas pemain lokal yang memberikan yang terbaik. Maka itu mungkin lebih berharga daripada talenta," lanjut Paes.
Tanggapan Pelatih Ajax
Pelatih Ajax, Fred Grim, mengakui penurunan performa timnya setelah jeda. Ia menyatakan bahwa penyebab penurunan tersebut sulit dijelaskan.
"Ini sesuatu yang benar-benar sulit kami identifikasi," kata Fred Grim dalam konferensi pers pasca pertandingan.
"Jika Anda melihat bagaimana kami mampu bermain sepak bola dan mengendalikan permainan di babak pertama, sulit untuk menjelaskan mengapa begitu berbeda di babak kedua," tandasnya.
Ajax akan menghadapi Sparta Rotterdam di Johan Cruyff ArenA pada laga ke-27, Minggu (15/3/2026).