Madura United dihadapkan pada situasi sulit dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Tanpa meraih kemenangan dalam sepuluh pertandingan terakhir, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut kini terperosok ke zona degradasi. Pertandingan penting akan berlangsung saat mereka menjamu Borneo FC di Gelora Madura Ratu Pamellingan, Pamekasan, pada Minggu (5/4/2026) malam WIB.
Rakhmad Basuki, pelatih caretaker Madura United, mengungkapkan bahwa moral pemain sempat terguncang akibat rentetan hasil buruk tersebut. Namun, melalui pendekatan personal, semangat bertanding para pemain seperti Lulinha dan rekan-rekannya berhasil dikembalikan. “Pada awalnya terasa berat, motivasi pemain sempat menurun. Namun, perlahan kami bangkitkan kembali dan kini sudah pulih,” ujar Basuki, dilansir dari Bola.
Basuki menambahkan bahwa tim memiliki satu tujuan jelas. Tujuan tersebut adalah mempertahankan eksistensi Madura United di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia. Tekad ini menjadi dorongan utama bagi seluruh elemen tim untuk bangkit dari keterpurukan.
Menyadari posisi tim yang sedang berjuang keras untuk keluar dari papan bawah, Rakhmad Basuki menetapkan target yang realistis. Apalagi lawan yang akan dihadapi adalah Borneo FC, salah satu tim yang menghuni papan atas klasemen. Borneo FC sempat mengejutkan di awal musim dengan serangkaian kemenangan, meskipun saat ini posisinya telah disalip oleh Persib Bandung.
“Paling penting adalah keyakinan pemain bahwa kami tidak boleh kalah. Jika tidak bisa meraih kemenangan, setidaknya kami tidak boleh kalah. Satu poin saja sudah sangat berarti dalam situasi seperti sekarang,” tegas Basuki. Pernyataan ini menunjukkan fokus tim untuk mengamankan poin di kandang dan memperbaiki posisi di klasemen.
Analisis Mendalam untuk Kelemahan Lawan
Meskipun memiliki waktu persiapan yang terbatas, Rakhmad Basuki tetap optimis dengan peluang tim asuhannya. Ia tidak banyak mengubah menu latihan, melainkan berfokus pada perbaikan prinsip-prinsip dasar permainan. Tim pelatih juga melakukan analisis mendalam terhadap kekuatan dan kelemahan Pesut Etam, julukan Borneo FC.
“Borneo adalah tim yang sangat kuat, namun bukan berarti tidak bisa dikalahkan. Ada beberapa kelemahan yang sudah kami analisa dan coba terapkan dalam sesi latihan,” ungkap Basuki. Ia juga menekankan pentingnya perjuangan dan semangat pantang menyerah. “Apa pun hasilnya, kami harus bertarung dan berjuang. Tujuannya tetap, kami harus bisa eksis di Super League,” pungkasnya.
Tantangan Mencari Pelatih Baru
Sebelumnya, manajemen Madura United telah berupaya mencari pengganti Carlos Parreira setelah menyudahi kerja sama. Namun, mereka menghadapi kesulitan dalam menemukan pelatih baru selama jeda internasional. Joel Cornelli, yang sempat diplot sebagai suksesor, sebenarnya telah setuju untuk bergabung.
Namun, federasi Malaysia menolak melepasnya dari posisi pelatih Timnas Wanita. Dalam kondisi tersebut, Rakhmad Basuki yang telah lama bersama tim dan mengenal karakter permainan Madura United, menjadi pilihan terbaik untuk sementara waktu dalam memimpin tim.