Madura United berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Persik Kediri dalam lanjutan pertandingan Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Madura, pada Sabtu (11/4/2026) sore WIB. Hasil ini menimbulkan kekecewaan besar bagi pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, yang mengaku merasa malu dengan kekalahan timnya dari tim yang berada di bawah mereka pada klasemen sementara.
Marcos Reina, pelatih asal Spanyol, menyoroti performa buruk lini belakang timnya yang dinilai mudah ditembus lawan. “Yang kami rasakan saat ini sedih dan malu. Karena Persik kalah melawan tim yang berada di bawah kami. Kami main bagus dan seharusnya menang di sini,” ujarnya seperti dilansir dari Bola.
Musim ini, Persik Kediri tampak kesulitan menghadapi Madura United. Pada putaran pertama lalu, Macan Putih juga menyerah dengan skor yang sama saat bertarung dalam partai usiran di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik. Situasi ini berbeda dengan kekalahan dari tim papan bawah lainnya seperti Persis Solo, di mana Persik mampu membalas di kandang sendiri.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan Marcos Reina adalah kerapuhan lini belakang Persik. Menurutnya, pertahanan tim terlalu mudah diacak-acak oleh skema serangan balik Madura United. “Kesalahan sama yang sering terjadi. Pertahanan kami lemah. Gol pertama sangat gampang masuk gawang. Begitu juga proses gol kedua. Lawan mudah masuk kotak penalti dan bikin gol,” keluhnya.
Kiper Madura United, M. Dicky Indrayana, tak mampu menjangkau bola yang merobek sisi kiri atas gawang. Dari sejumlah gol yang terjadi pada pekan ke-27 ini, aksi yang ditunjukkan Rendy Sanjaya bisa masuk nominasi sebagai goal of the week.
Padahal, Marcos Reina menilai permainan Persik sebenarnya lebih baik dibandingkan tuan rumah dalam penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang. Namun, tampil bagus saja tidak cukup untuk meraih poin jika tidak diiringi dengan pertahanan yang solid dan penyelesaian akhir yang efektif.
Gagal Memaksimalkan Peluang
Marcos Reina juga menyoroti ketidakmampuan timnya dalam memanfaatkan peluang di kotak penalti lawan. “Ada dua kotak penalti. Satu milik Persik, satu milik Madura United. Jika tim Anda tak bisa maksimalkan kesempatan di kotak itu, maka tim Anda akan kalah. Itu yang terjadi di pertandingan tadi,” jelas mantan jurutaktik Ranger's FC di Liga Andorra ini.
Dua gol Madura United, yang dicetak Fransiskus Alesandro pada menit ke-34 dan Riquelme Sousa pada menit ke-73, terjadi di kotak penalti. Sementara itu, gol balasan Persik yang dibukukan Rendy Sanjaya pada menit ke-62 tercipta dari tendangan jarak jauh yang cukup spektakuler.
Kekalahan ini menempatkan Persik Kediri di urutan ke-12 klasemen sementara Super League dengan raihan 30 poin. Mereka unggul tujuh poin atas Madura United yang berada di peringkat ke-15. Marcos Reina berharap timnya dapat segera berbenah dan fokus menghadapi laga berikutnya melawan Persita di kandang sendiri.
Perwakilan pemain Persik Kediri, Yandi Sofyan, juga mengungkapkan kekecewaan tim atas hasil ini dan meminta maaf kepada suporter. “Beberapa laga tidak bisa dapat poin penuh itu membuat percaya diri turun, padahal percaya diri sangat penting. Tapi kami harus tetap menjaga percaya diri, saya yakin tim akan memenangkan pertandingan ke depannya dan akan lebih baik lagi di klasemen,” pungkas Yandi.