Madura United bersiap menjamu Dewa United dalam pertandingan lanjutan pekan ke-29 liga domestik di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Madura, pada Sabtu (25/4/2026) sore WIB. Laga ini menjadi tantangan besar bagi tuan rumah untuk mempertahankan tren positif setelah mengantongi kemenangan beruntun dalam dua partai sebelumnya.
Klub berjuluk Laskar Sape Kerrap tersebut saat ini berada dalam kondisi kepercayaan diri yang tinggi usai menumbangkan Persik Kediri dan Persebaya Surabaya. Dilansir dari Bola, dua kemenangan dalam laga bertajuk derby Jawa Timur tersebut menjadi modal mental yang krusial bagi tim asuhan pelatih karteker Rakhmad Basuki.
Meski memiliki modal kemenangan, persiapan Madura United sedikit terhambat oleh masalah kebugaran sejumlah pemain pilar. Beberapa pemain yang turun sebagai starter dalam laga melawan Persebaya pada Jumat (17/4/2026) dilaporkan mengalami cedera ringan dan baru kembali bergabung dalam sesi latihan tim.
"Persiapan harus baik dan kami usahakan yang terbaik karena lawan yang kami hadapi adalah Dewa United. Meskipun ada beberapa pemain yang terkendala dengan cedera, terutama yang bermain di starting XI saat melawan Persebaya," kata Rakhmad Basuki, pelatih karteker Madura United.
Rakhmad berharap para pemainnya dapat kembali bugar sepenuhnya setidaknya satu hari sebelum pertandingan dimulai. Di sisi lain, Dewa United dipastikan tampil tanpa penyerang andalan mereka, Alex Martins, yang harus absen akibat hukuman kartu merah pada pertandingan sebelumnya.
Kendati tim tamu kehilangan bomber utamanya, Madura United tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kolektivitas lawan. Rakhmad menilai kedalaman skuad yang dimiliki pelatih Jan Olde Riekerink sangat merata di setiap lini sehingga absennya satu pemain tidak akan banyak mengurangi kekuatan lawan.
Kewaspadaan ini dinilai penting mengingat posisi Madura United yang kembali merosot ke zona merah klasemen sementara. Laskar Sape Kerrap saat ini terpaut satu poin dari Persis Solo yang berada di batas zona aman, sehingga kemenangan menjadi harga mati untuk keluar dari papan bawah.
Tim pelatih terus memompa motivasi para pemain agar tetap fokus dan tidak kehilangan momentum positif yang telah dibangun. Manajemen dan staf kepelatihan mengapresiasi kerja keras skuad yang berhasil bangkit, namun menekankan bahwa tantangan di sisa kompetisi akan semakin berat.