Manchester United Ajukan Protes Resmi ke PGMOL

Manchester United (MU) melayangkan protes resmi kepada PGMOL terkait keputusan wasit yang dinilai merugikan dalam laga kontra Bournemouth.

Manchester United (MU) telah melayangkan protes resmi kepada Professional Game Match Officials Limited (PGMOL), badan yang bertanggung jawab atas wasit profesional di sepak bola Inggris. Protes ini diajukan menyusul keputusan kontroversial wasit dalam pertandingan melawan Bournemouth, yang memperpanjang daftar panjang keputusan merugikan yang dialami MU musim ini.

Pertandingan yang berakhir imbang 2-2 di Vitality Stadium menjadi puncak kekesalan MU. Bruno Fernandes membawa MU unggul lewat penalti di menit ke-61, namun Ryan Christie menyamakan kedudukan. Gol bunuh diri James Hill sempat membuat MU kembali unggul, tetapi kartu merah Harry Maguire, yang berujung penalti Junior Kroupi, mengubah jalannya pertandingan.

Pihak MU merasa bahwa pelanggaran terhadap Amad Diallo di kotak penalti Bournemouth, yang tidak diganjar penalti, menjadi salah satu poin utama protes mereka. MU berpendapat bahwa kejadian tersebut serupa dengan pelanggaran Harry Kane terhadap Evanilson, yang justru menghasilkan penalti.

Berikut adalah empat poin utama yang mendasari keluhan resmi Manchester United kepada PGMOL:

Kontroversi Penalti Amad yang Diabaikan

MU merasa dirugikan ketika penalti untuk pelanggaran terhadap Amad Diallo tidak diberikan. Michael Carrick, staf pelatih MU, bahkan menyindir bahwa VAR tidak akan turun tangan untuk memberikan penalti kepada timnya.

Ofisial pertandingan melihat adanya tarikan Adrien Truffert pada lengan Amad, yang menyebabkan sang pemain terjatuh di kotak penalti. Namun, ambang batas untuk meninjau kejadian tersebut dianggap terlalu tinggi, terutama setelah Ryan Christie mencetak gol beberapa saat kemudian.

MU juga merasa marah karena pelanggaran serupa oleh Alex Jimenez terhadap Matheus Cunha juga tidak menghasilkan penalti.

Standar Ganda dalam Keputusan Penalti Maguire

Kartu merah dan penalti yang diberikan kepada Harry Maguire dianggap sebagai contoh standar ganda dalam pengambilan keputusan wasit. MU berpendapat bahwa pelanggaran Maguire terhadap Evanilson serupa dengan pelanggaran Truffert terhadap Amad, namun berujung pada hukuman yang berbeda.

“Lengan Harry Maguire yang menghalangi Evanilson adalah penalti dan dalam keadaan tersebut mendapatkan kartu merah karena menggagalkan peluang mencetak gol,”

Carrick, yang biasanya tenang, secara terbuka menyebut keputusan-keputusan tersebut "mencengangkan" dan menyoroti adanya standar ganda dalam pertandingan.

Inkonsistensi Keputusan Sepanjang Musim

MU juga menyoroti keputusan kontroversial lainnya, seperti pembatalan gol Lisandro Martinez saat melawan Burnley pada Januari 2026. Keputusan tersebut dinilai aneh mengingat apa yang telah diizinkan di kotak penalti dalam situasi bola mati sepanjang musim ini.

Wasit Stuart Attwell, yang juga memimpin pertandingan melawan Burnley, dianggap salah menghukum Martinez karena pelanggaran terhadap Kyle Walker. Namun, VAR Craig Pawson dianggap benar karena tidak terlibat dalam keputusan tersebut.

Perbandingan dengan Keputusan Nathan Collins

Contoh paling mencolok dari inkonsistensi perwasitan yang disoroti MU adalah perbandingan antara kartu merah Maguire dan pelanggaran Nathan Collins saat Brentford mengalahkan MU. Collins hanya mendapat kartu kuning karena menarik Bryan Mbeumo, meskipun Mbeumo memiliki peluang mencetak gol yang jelas.

MU telah menyampaikan ketidakpuasan mereka atas keputusan-keputusan tersebut kepada PGMOL, namun menyadari bahwa permintaan maaf tidak dapat mengubah hasil pertandingan yang telah berlalu.

Dengan taruhan yang begitu tinggi di Premier League, klub-klub seperti MU semakin tidak bersedia menerima kesalahan wasit, terutama di era teknologi yang seharusnya dapat membantu memperbaiki kesalahan tersebut.

Recommended