Manajemen Manchester United secara resmi mengurungkan niat untuk memboyong bintang Chelsea, Cole Palmer, pada bursa transfer musim panas mendatang yang dijadwalkan mulai Juni 2026. Keputusan ini diambil karena pihak klub lebih memprioritaskan penguatan di sektor pertahanan dan gelandang tengah.
Dilansir dari Bola, Setan Merah menilai nilai transfer gelandang berusia 24 tahun tersebut terlalu tinggi. Chelsea dikabarkan hanya bersedia melepas jebolan akademi Manchester City itu dengan banderol mencapai 90 juta poundsterling atau sekitar Rp1,9 triliun.
Selain harga transfer yang fantastis, beban finansial juga datang dari gaji Palmer yang menyentuh angka 150 ribu poundsterling per pekan. Palmer sendiri masih terikat kontrak jangka panjang bersama klub asal London Barat tersebut hingga tahun 2033 mendatang.
Langkah mundur United ini juga didasari oleh strategi belanja Sir Jim Ratcliffe yang ingin melakukan perombakan besar di lini belakang. Sejumlah nama seperti Casemiro, Manuel Ugarte, hingga Matthijs de Ligt dilaporkan berpeluang meninggalkan Old Trafford untuk memberikan ruang bagi pemain baru.
Palmer sebelumnya sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Manchester karena keinginannya bermain di Liga Champions musim depan. Situasi di Chelsea yang kurang stabil sempat memicu spekulasi bahwa sang pemain tidak nyaman dan ingin kembali ke kota asalnya.
Meski rumor kepindahannya menguat, Cole Palmer membantah kabar tersebut dan menegaskan komitmennya untuk tetap berseragam The Blues. Ia mengaku tetap fokus untuk membantu tim meraih target di kompetisi domestik maupun mengejar zona Eropa.
"Semua orang hanya berbicara. Saat saya melihatnya, saya cuma tertawa," ujar Cole Palmer, Gelandang Chelsea, menanggapi spekulasi transfernya ke Manchester United.
Palmer menambahkan bahwa dirinya merasa sudah sepenuhnya menetap di London meskipun berasal dari Manchester. Saat ini, fokus utamanya adalah membawa Chelsea finis di posisi empat besar klasemen Liga Inggris untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan.