Manchester United dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah transfer yang berpotensi mengubah peta persaingan di Premier League. Mereka disebut-sebut memasukkan nama gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, sebagai target utama pada bursa transfer musim panas mendatang.
Langkah ini terbilang mengejutkan mengingat rivalitas sengit antara kedua klub. Transfer langsung antara MU dan Liverpool sangat jarang terjadi. Terakhir kali seorang pemain pindah langsung dari Liverpool ke Manchester United adalah Paul Chisnall pada tahun 1964.
Menurut laporan Manchester Evening News, ketertarikan MU pada Mac Allister merupakan bagian dari rencana perombakan lini tengah secara besar-besaran. Klub bersiap melakukan regenerasi seiring dengan semakin dekatnya akhir kontrak Casemiro. Kepergian gelandang asal Brasil tersebut akan meninggalkan lubang besar yang perlu diisi pemain berkualitas tinggi.
Dalam beberapa bulan terakhir, Manchester United memang santer dikaitkan dengan sejumlah gelandang muda potensial di Premier League, seperti Elliot Anderson, Adam Wharton, dan Carlos Baleba. Namun, masuknya nama Mac Allister mengindikasikan bahwa United juga mencari pemain yang sudah berpengalaman dan memiliki mental juara.
Mac Allister telah menjadi pemain kunci di Liverpool sejak direkrut dari Brighton. Gelandang asal Argentina ini dikenal serbabisa, mampu bermain sebagai gelandang bertahan, box-to-box, atau playmaker. Kecerdasan taktik, visi bermain, dan ketenangan dalam penguasaan bola menjadikannya aset penting bagi Liverpool.
Meski demikian, merekrut Mac Allister dari Liverpool bukan hal mudah. Selain karena rivalitas klasik, Liverpool diperkirakan enggan memperkuat pesaing langsung di papan atas Premier League. Jika negosiasi memungkinkan, harga yang dipatok diyakini sangat tinggi dan akan menguji keseriusan Manchester United dalam membangun kembali skuad mereka.
Potensi transfer ini akan menjadi sorotan utama bagi penggemar sepak bola Inggris. Jika terwujud, kepindahan Mac Allister ke Old Trafford akan menjadi salah satu transfer paling kontroversial dan bersejarah di era modern Premier League.