Manchester United menghadapi potensi kerugian finansial terkait Marcus Rashford, mengingatkan pada situasi kepergian Scott McTominay. Klub menyadari risiko dari kesepakatan dengan Barcelona.
Barcelona memiliki opsi pembelian permanen Rashford senilai 26 juta paun, angka yang dinilai terlalu rendah mengingat performanya saat ini. Rashford sempat dipinjamkan ke Aston Villa sebelum akhirnya berlabuh ke Barcelona pada musim panas lalu.
Di bawah asuhan Hansi Flick, performa Rashford meningkat. Ia telah mencetak 10 gol dan memberikan 13 assist dalam 34 pertandingan di berbagai kompetisi.
Valuasi Rashford diperkirakan mencapai 50 juta paun. Jika Barcelona mengaktifkan klausul pembelian sebelum 30 Juni, Manchester United berpotensi kehilangan sekitar 25 juta paun.
Michael Carrick dikabarkan tertarik membawa Rashford kembali pada musim 2026/27 jika ia menjadi pelatih permanen. Namun, MU berada dalam posisi sulit: menerima tawaran murah atau mengambil risiko kehilangan Rashford.
Rashford mengakui bahwa ia merasa nyaman di Spanyol, mengindikasikan keinginannya untuk pindah permanen ke Barcelona.
Situasi ini mirip dengan keputusan klub melepas Scott McTominay ke Napoli dengan harga 25,7 juta paun. Padahal, McTominay sering menjadi penyelamat MU pada musim 2023/24.
Kepergian McTominay dilakukan demi memenuhi regulasi profit dan keberlanjutan Premier League (PSR) dan membuka jalan bagi perekrutan Manuel Ugarte dari PSG.
Namun, transfer kedua pemain ini menghasilkan cerita yang berbeda.
Pengulangan Kesalahan?
McTominay sukses di Italia, membantu Napoli meraih gelar Serie A dan meraih penghargaan MVP liga. Ia mencatatkan 23 gol dan 10 assist dari 70 penampilan bersama Napoli.
Sebaliknya, Manuel Ugarte kesulitan mendapatkan tempat utama dan baru menyumbang delapan kontribusi gol dari 65 pertandingan.
Situasi Rashford seolah mengulangi kesalahan yang sama. Petinggi MU mungkin sedang menyesali keputusan terkait dua pemain binaan sendiri tersebut.