Ingrid Honkala Ungkap Pengalaman Mati Suri Tiga Kali Secara Detail

Mantan ilmuwan NASA Ingrid Honkala menceritakan pengalaman spiritualnya setelah mengalami tiga kali mati suri yang menginspirasi karir sainsnya.

Ingrid Honkala, seorang mantan ilmuwan NASA, membagikan rincian pengalamannya yang mengejutkan setelah dinyatakan mengalami henti jantung atau mati suri sebanyak tiga kali dalam kurun waktu berbeda hingga tahun 2026 ini. Honkala mengklaim bahwa setiap kejadian tersebut memberinya pencerahan spiritual yang konsisten mengenai keberadaan realitas di luar indra fisik manusia.

Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, perempuan berusia 55 tahun yang memegang gelar PhD Ilmu Kelautan ini mengalami insiden pertama saat baru berusia dua tahun. Ia terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya di Bogota, Kolombia, dan hampir tenggelam sebelum akhirnya diselamatkan oleh sang ibu.

Selama momen singkat tersebut, Honkala mengaku merasakan ketenangan luar biasa setelah sempat berjuang untuk bernapas di dalam air. Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai pemisahan kesadaran dari tubuh fisik yang memungkinkannya melihat dirinya sendiri dari sudut pandang luar.

"Kepanikan menghilang digantikan rasa damai serta keheningan luar biasa. Rasanya seolah kesadaran saya terpisah dari tubuh," kata Ingrid Honkala, mantan ilmuwan NASA dalam bukunya yang berjudul Dying To See The Light.

Honkala juga menyebutkan adanya komunikasi metafisik yang ia lakukan dengan ibunya saat kejadian tersebut. Klaim ini diperkuat dengan pengakuan sang ibu yang memiliki ingatan identik mengenai kejadian di tangki air tersebut saat Honkala menceritakannya kembali di kemudian hari.

Selain insiden masa kecil, Honkala kembali mengalami mati suri akibat kecelakaan sepeda motor pada usia 25 tahun dan saat menjalani operasi pada usia 52 tahun. Dalam kedua peristiwa tersebut, ia melaporkan mencapai kondisi kedamaian dan cahaya yang serupa dengan pengalaman pertamanya.

Pencerahan spiritual dari rangkaian mati suri ini justru mendorong Honkala untuk mendalami dunia sains. Menurutnya, sains dan spiritualitas bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dua cara berbeda untuk mengeksplorasi misteri alam semesta yang sama.

Meskipun banyak peneliti menilai fenomena ini sebagai halusinasi atau mekanisme pertahanan diri otak saat menghadapi kematian, Honkala tetap teguh pada pendiriannya. Ia menegaskan bahwa apa yang ia saksikan bukan sekadar mimpi atau khayalan dari pikiran yang sedang sekarat.

Recommended