Patrick Kluivert mengalami dua kegagalan dalam upayanya menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertama, sebagai pelatih Timnas Indonesia, dan kedua, sebagai penasihat Timnas Suriname.
Kiprah pertamanya bersama Timnas Indonesia terhenti setelah sembilan bulan. PSSI mengakhiri kontraknya pada Oktober 2025, menyusul tersingkirnya Timnas Indonesia dari putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Pada pertengahan Maret 2026, Kluivert bersama Clarence Seedorf ditunjuk sebagai penasihat bagi Timnas Suriname. Mereka bertugas mempersiapkan tim untuk play-off antarbenua Piala Dunia 2026.
Namun, nasib kurang baik kembali menghampiri Kluivert. Suriname gagal melaju ke putaran final setelah dikalahkan oleh Timnas Bolivia.
Suriname, yang dilatih oleh Henk ten Cate, rekan senegara Kluivert dan Seedorf dari Belanda, menyerah dengan skor 1-2 dari Bolivia pada semifinal pathway 2 di Estadio BBVA, Guadalupe, Kamis (26/3/2026).
Sempat unggul melalui Liam van Gelderen di menit ke-48, Suriname kemudian kebobolan dua gol dari Moises Paniagua (menit ke-72) dan penalti Miguel Terceros (menit ke-79).
Dengan kekalahan ini, langkah Suriname di play-off antarbenua Piala Dunia 2026 terhenti. Bolivia melaju ke final untuk menghadapi Timnas Irak demi memperebutkan tiket ke putaran final.
Sebelumnya, saat menunjuk Kluivert dan Seedorf sebagai advisor, GM Suriname, Brian Tevreden, menyebut keduanya akan menjadi "tempat bertukarpikiran dan duta tim nasional".
"Empat tahun lalu, ketika saya memulai peran saya, saya sudah meminta Clarence Seedorf untuk mengambil posisi ini, tetapi saat itu bukanlah saat yang tepat," kata Tevreden dinukil dari Deporteawe.
"Sekarang, empat tahun kemudian, rasanya ini adalah saat yang tepat bagi Clarence dan Patrick untuk memulai perjalanan indah ini untuk Suriname," ucapnya.