Bagi pemain muda di akademi sepak bola, berlatih dengan legenda adalah impian. Manu Hernando, yang pernah di akademi Real Madrid, mewujudkan mimpi itu dengan cara tak terduga: menendang Cristiano Ronaldo.
Hernando, yang kini membela Racing Santander, mengalami kejadian itu saat berlatih dengan tim utama Real Madrid. Momen itu jadi pengalaman yang tak terlupakan.
Bergabung dengan akademi Real Madrid pada 2017, Manu Hernando menghabiskan tiga tahun. Walau terdaftar di Real Madrid Castilla, ia berlatih bersama tim utama, berkesempatan berlatih dengan pemain legendaris seperti Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo.
Dalam wawancara dengan SER, yang dikutip oleh Mundo Deportivo, Hernando menceritakan momen saat dirinya menendang Ronaldo. "Saya tak sengaja menendang Cristiano. Saya tekankan, ini benar-benar tidak disengaja. Saya bahkan tidak bermaksud mengayunkan kaki. Namun, ketika saya lihat bola pasti datang ke arah saya, dan saya bergerak turun, dia menyentuh bola sedikit, dan saya justru mendarat dengan tendangan keras tepat di tumit Achilles-nya. Saya langsung berpikir, ‘Ya Tuhan, ini benar-benar kacau’,” kisahnya.
Insiden tersebut berdampak besar. Hernando mengaku tak pernah lagi ikut latihan bersama tim utama musim itu.
“Saya tidak berlatih lagi tahun itu. Kejadian sekitar Maret, entah kapan tepatnya, tapi musimnya hampir selesai, dan saya tidak kembali bermain hingga akhir,” ungkapnya.
Rumor Palsu dan Klaim Berlebihan
Setelah kejadian itu, cerita ini menyebar dan berkembang. Ada kabar bahwa Hernando menyebabkan cedera Ronaldo dan merusak kariernya.
Beberapa klaim mengatakan Hernando dilarang masuk tim utama selamanya. Namun, Hernando membantah itu.
"Cristiano pergi ke Juventus tahun itu, dan tahun berikutnya saya justru dipanggil lagi. Lalu mulai bermunculan cerita soal ‘pemain muda yang menghancurkan karier Ronaldo’. Saya pikir, ‘Ya ampun, berisik sekali ini.’ Ada laporan yang bilang saya tidak pernah dipanggil lagi ke tim utama, bahwa saya diasingkan, dan itu semua bohong,” ungkapnya.
Hernando menjelaskan bahwa ia tidak ikut latihan kembali di sisa musim itu bukan karena dilarang klub, melainkan karena ketidaknyamanan setelah kejadian.
“Tahun itu saya tetap berada di bawah sampai dua atau tiga bulan terakhir, tidak dipanggil lagi, tapi kemudian saya kembali pada musim panas. Bahkan, mereka mengandalkan saya untuk pramusim berikutnya. Saya hanya tidak bisa datang karena cedera, tapi mereka benar-benar mengharapkan saya,” pungkasnya.
Klarifikasi dan Kedewasaan
Hernando menunjukkan sikap dewasa dan tanggung jawab dalam menceritakan kejadian ini. Ia tak menutupi, namun juga tak membiarkan fakta direkayasa.
Ia mengakui kejadian itu membuatnya trauma dan memilih mundur dari latihan demi menghindari konfrontasi.
Hernando menegaskan bahwa hubungan antar-pemain di Real Madrid selalu profesional. Tidak ada dendam atau larangan resmi.
“Ini cuma kejadian kecil tapi dibesar-besarkan. Tapi ya, itulah hidup di dunia sepak bola papan atas. Semuanya jadi sorotan,” ujarnya.
Pengalaman unik Hernando berlatih bersama Ronaldo, dan secara tak sengaja menendangnya, menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Bagi penggemar sepak bola, ini adalah kisah tentang kecerobohan, tekanan tinggi, dan ironi media. Bagi Hernando, ini adalah bagian dari perjalanan kariernya.
Dalam sepak bola, tak semua pemain bersinar di lapangan. Namun, terkadang momen kecil cukup untuk menciptakan kenangan seumur hidup, seperti yang dialami Hernando.