Menjelang MotoGP 2026, Marc Marquez mulai mengirimkan sinyal persaingan yang lebih personal, termasuk dengan adiknya, Alex Marquez. Juara dunia bertahan tersebut menilai musim depan akan lebih menantang.
Setelah meraih gelar juara dunia MotoGP 2025 bersama Ducati Lenovo, Marc Marquez bersiap menghadapi tantangan baru, tidak hanya dari rival lama, tetapi juga dari adiknya sendiri.
Musim lalu, keluarga Marquez mencatatkan sejarah dengan finis satu-dua di klasemen akhir. Marc menjadi juara dunia, sementara Alex berada di posisi runner-up bersama tim Gresini Racing.
Pada tahun 2026, kebersamaan itu akan berubah arah. Promosi Alex Marquez ke motor pabrikan Ducati GP26 membuat Marc memastikan bahwa relasi kakak-adik tidak lagi relevan saat balapan dimulai.
Marc Marquez secara terbuka menyebut Alex sebagai rival utamanya pada musim depan. Ia menegaskan tidak akan lagi memanggil Alex sebagai adiknya saat berbicara tentang persaingan di lintasan.
"Mulai sekarang, Alex akan menjadi rival utama saya. Dia akan mengendarai GP26," kata Marc dalam sebuah acara Estrella Galicia, November lalu.
"Dia sudah membuktikan bahwa dirinya mampu melakukan apa saja. Tapi tentu saja, kita tidak boleh melupakan rival lain dan pabrikan lain yang juga sangat kompetitif," lanjut Marc.
Marc menilai pencapaian Alex musim lalu layak mendapatkan penghormatan lebih besar. Menurutnya, runner-up MotoGP bukan sekadar pencapaian keluarga, melainkan hasil dari kualitas dan konsistensi di level tertinggi.
"Saya tidak akan menyebut dia sebagai adik saya, tetapi sebagai Alex Marquez, runner-up kejuaraan dunia dan pembalap yang mampu melakukan apa saja. Dia mampu memimpin tim mana pun," tegas Marc.
Musim Bersejarah Keluarga Marquez
Bagi Marc Marquez, musim 2025 akan dikenang sebagai salah satu periode paling istimewa dalam kariernya. Hal ini bukan hanya karena gelar kesembilan yang menyamai rekor Valentino Rossi, tetapi juga keberhasilan dua bersaudara menguasai klasemen akhir.
"Jika harus memilih, saya akan memilih musim ketika dua bersaudara menjadi juara dan runner-up dunia dibandingkan musim comeback saya," ucap Marc.
Alex sendiri tampil impresif bersama Gresini Ducati GP24 dengan meraih tiga kemenangan grand prix. Konsistensi tersebut yang mengantarkannya promosi ke tim pabrikan dan membuka potensi duel langsung antar-Marquez.
Cedera Tak Hentikan Ambisi
Marc Marquez sempat menutup musim 2025 lebih cepat setelah mengalami cedera bahu serius akibat insiden dengan Marco Bezzecchi di MotoGP Indonesia. Ia harus melewatkan empat seri terakhir dan menjalani operasi.
Meski begitu, proses pemulihan berjalan positif. Marc ditargetkan kembali mengaspal pada tes pramusim MotoGP di Sepang, Februari mendatang.
Dengan kondisi fisik yang membaik dan motivasi berlipat, MotoGP 2026 dipastikan menyuguhkan cerita unik: dua Marquez, satu pabrikan, dan satu tujuan yang sama, menjadi juara dunia.