Awal musim MotoGP 2026 menghadirkan kejutan dengan dominasi kuat dari pabrikan Aprilia pada tiga seri pembuka. Namun, dilansir dari Bola, juara dunia bertahan Marc Marquez mengaku sama sekali tidak terkejut dengan performa impresif tim asal Noale tersebut.
Peta persaingan kompetisi kini berubah setelah beberapa musim sebelumnya didominasi oleh Ducati. Aprilia langsung melesat menjadi kekuatan utama yang harus diwaspadai oleh para pesaingnya.
Marco Bezzecchi menjadi sosok paling menonjol setelah berhasil menyapu bersih kemenangan dalam tiga balapan grand prix. Rekan satu timnya, Jorge Martin, menguntit di posisi kedua klasemen sementara berkat raihan satu kemenangan sprint dan dua podium grand prix.
Posisi ketiga ditempati oleh rookie Pedro Acosta yang mengemas kemenangan sprint perdana bersama KTM. Sementara itu, Fabio di Giannantonio dari tim VR46 menjadi pembalap Ducati dengan posisi terbaik sejauh ini di peringkat keempat.
Marc Marquez sendiri masih tertahan di peringkat kelima klasemen sementara. Pembalap asal Spanyol tersebut belum pernah menapakkan kaki di podium grand prix musim ini, dan hanya mengoleksi satu kemenangan dari sesi sprint di Goiania.
Meskipun Aprilia dan Marco Bezzecchi sempat tampil kuat di akhir musim lalu, banyak pengamat menilai dinamika bakal berubah andai Marc Marquez tidak absen lantaran cedera. Meski begitu, Marc Marquez menegaskan bahwa potensi Aprilia sudah terbaca sejak lama dan semakin terbukti lewat tes pramusim.
"Yang paling mengejutkan? Buat saya tidak ada yang mengejutkan," ujar Marquez kepada MotoGP.com.
"Sejak bagian akhir musim lalu dan juga saat pramusim, kami sudah memahami bahwa, misalnya, Marco sangat cepat, dan Aprilia juga sangat cepat serta terus berkembang," katanya.
Sinyal senada juga diutarakan oleh pembalap Honda, Luca Marini. Dirinya memandang situasi pada awal musim ini masih sangat linier dengan gambaran yang diperoleh saat tes pramusim berlangsung.
"Kurang lebih semuanya berjalan sama seperti saat tes pramusim," kata Marini.
"Kami melihat semua pabrikan berkembang pesat, terutama Aprilia. Kami dari Honda fokus pada rencana kami dan mencoba memahami di fase awal musim ini berapa banyak pembaruan yang bisa kami lakukan, lalu nanti akan terlihat potensi kami sepanjang musim," ujarnya.
Perbedaan Pandangan di Antara Pembalap
Respons berbeda datang dari pembalap pendatang baru milik Honda, Diogo Moreira. Pembalap muda ini justru mengategorikan lonjakan performa dari Aprilia sebagai sebuah kejutan besar di musim ini.
"Saya akan bilang Bezzecchi. Di akhir tahun lalu dia memang sudah ada di level itu, tapi tahun ini dia sangat kuat, dan juga Martin," kata Moreira.
"Saya rasa secara keseluruhan Aprilia melakukan pekerjaan yang sangat bagus selama musim dingin, jadi sekarang mereka sangat kuat. Bagi saya, kombinasi terbaik saat ini adalah tim pabrikan Aprilia," imbuhnya.
Di sisi lain, Jorge Martin secara terbuka mengakui dirinya tidak menduga bisa langsung tampil kompetitif. Terlebih lagi, pembalap Spanyol ini sempat melewatkan sebagian porsi tes pramusim lantaran harus menjalani pemulihan pascaoperasi pada musim musim dingin lalu.
"Bisa naik podium setelah dua seri pertama sudah cukup mengejutkan," kata Martin, yang kemudian mengulang raihan dua podium tersebut di COTA.
Sementara itu, pembalap VR46 Franco Morbidelli memilih melihat konstelasi ini dari kacamata yang lebih luas. Baginya, aspek ketidakpastian yang tinggi merupakan daya tarik utama yang membuat ajang balap ini selalu dinanti.
"MotoGP penuh dengan kejutan, dan sangat sulit menunjuk hanya satu. Itulah keindahannya," ucap Morbidelli.