Arsenal menunjukkan ketajamannya dalam situasi bola mati musim ini. Di balik itu, ada detail menarik dalam kontrak staf pelatih mereka.
Menurut laporan The Athletic, pelatih spesialis set-piece Arsenal, Nicolas Jover, memiliki klausul bonus khusus untuk setiap gol yang tercipta dari skema bola mati. Langkah ini diambil saat sejumlah klub lain menunjukkan ketertarikan padanya. Klausul tersebut menjadi faktor yang membuat Jover memilih bertahan di Emirates.
Musim ini, bola mati menjadi narasi besar bagi tim asuhan Mikel Arteta. Arsenal menjelma menjadi tim dominan dalam situasi dead-ball di era Premier League.
Walaupun kritik tetap ada, Arsenal menyadari betul kekuatan utama mereka di area tersebut dan memaksimalkannya. Peran Jover sangat krusial dalam transformasi ini. Pelatih berusia 44 tahun itu direkrut dari rival liga, Manchester City, dan pengaruhnya langsung terasa.
Bagi Arteta, yang terpenting adalah hasil akhir. Jika strategi ini membawa trofi Premier League, ia tak akan mempermasalahkan asal gol tersebut.
Jover memasukkan klausul yang membuatnya menerima bonus untuk setiap gol Arsenal dari situasi bola mati. Meski nominalnya tidak diungkap, produktivitas Arsenal musim ini dipastikan mendongkrak pendapatannya.
Arsenal telah mencetak 21 gol dari bola mati di Premier League musim ini, terbanyak dibanding tim lain. Sembilan di antaranya berasal dari tendangan sudut yang berujung kemenangan. Fakta ini menegaskan bahwa peran Jover adalah bagian vital dari sistem permainan Arsenal.
Menariknya, meski pola yang digunakan relatif konsisten sejak awal musim, tim-tim lawan tetap kesulitan mengantisipasinya.
Membosankan atau Efektif?
Gol dari bola mati mungkin tidak seindah tendangan jarak jauh atau kombinasi serangan terbuka. Namun, Arsenal hanya membutuhkan kemenangan. Setelah bertahun-tahun gagal dalam persaingan gelar, terutama saat bersaing dengan Liverpool dan Manchester City, Arteta membutuhkan solusi nyata. Jika set-piece adalah jawaban untuk menuntaskan dahaga gelar, pelatih maupun suporter tak akan keberatan.
Memang ada argumen bahwa Arsenal tidak selalu memainkan gaya paling atraktif dalam menciptakan peluang. Pendekatan ini akan menarik untuk disaksikan jika mereka benar-benar mengangkat trofi liga.