Juara bertahan MotoGP, Marc Márquez, kini lebih memprioritaskan kebugaran fisik dibandingkan ambisi menambah gelar juara dunia. Pengalaman menghadapi cedera berat mengubah cara pandangnya terhadap karier balapnya.
Márquez sebelumnya difavoritkan meraih gelar kedelapan di kelas premier MotoGP. Namun, cedera serius pada lengan dan mata sempat mengancam kariernya. Ia kemudian bergabung dengan Gresini Racing pada musim 2024 dan akan memperkuat Ducati Lenovo Team mulai 2025.
Márquez mengakui bahwa masa-masa cedera membuatnya berkembang secara mental.
“Ketika Anda cedera, rasanya seperti berada di dalam sangkar. Tetapi begitu dokter sedikit membukanya, Anda langsung ingin keluar,” ujar Márquez kepada radio Spanyol Onda Cero.
“Dalam tiga tahun penuh cedera itu, saya merasa berkembang dua kali lebih banyak dibandingkan sepuluh tahun saat terus menang.”
Pengalaman tersebut mengubah pandangannya tentang sisa kariernya. Ia lebih memilih pensiun tanpa cedera daripada terus mengejar gelar juara dunia.
“Saya akan langsung menandatangani kontrak untuk pensiun tanpa cedera lagi. Jika bisa begitu, saya akan menerimanya sekarang juga. Soal menambah gelar juara dunia, tentu saya tetap akan mencoba.”
Kondisi Fisik Belum 100 Persen Pulih
Meski kembali bersaing, kondisi fisik Márquez belum sepenuhnya pulih. Ia masih memulihkan diri dari cedera bahu yang didapat di Pertamina Mandalika International Street Circuit.
Saat tes pramusim di Chang International Circuit, Márquez mengakui masih merasakan keterbatasan, terutama saat melibas tikungan kanan.
“Saya sudah menyadari saat tes di Buriram bahwa pada beberapa momen, terutama di tikungan kanan, saya tidak bisa menyelamatkan motor dan akhirnya kehilangan kendali,” ungkapnya.
“Saya masih belum mengendarai motor seperti yang saya inginkan. Jadi saya harus terus meningkatkan kondisi fisik sekaligus menyesuaikan gaya balap.”
Tantangan Awal Musim MotoGP
Kekuatan bahu yang belum pulih membuat Márquez memilih paket aerodinamika Ducati versi 2024. Cedera tersebut memengaruhi teknik pengereman dan cara memasuki tikungan.
“Saat ini saya belum merasa nyaman saat masuk tikungan,” kata Márquez.
“Posisi saat pengereman sangat penting. Jika tidak berada di posisi yang tepat saat mengerem, Anda juga tidak berada di posisi ideal ketika berada di tengah tikungan.”
“Operasi yang saya jalani memengaruhi otot pectoral dan deltoid, yang sangat saya butuhkan untuk memberi dorongan lebih saat pengereman.”
Pada seri pembuka di Thailand, Márquez finis kedua pada Sprint Race setelah mendapat penalti. Ia gagal finis pada balapan utama akibat kerusakan pelek roda. Ia memulai seri kedua dengan selisih 23 poin dari Pedro Acosta. Balapan berikutnya dijadwalkan di Goiânia, Brasil.