Marian Mihail Optimistis Bangun Ulang PSBS Biak Pasca Degradasi

Pelatih PSBS Biak Marian Mihail tetap optimistis membangun masa depan tim dengan fondasi talenta muda setelah dipastikan terdegradasi musim ini.

Pelatih kepala PSBS Biak Marian Mihail menegaskan sikap optimismenya terhadap masa depan klub asal Papua tersebut meskipun mereka dipastikan terdegradasi dari kompetisi sepak bola kasta tertinggi nasional.

Kepastian turun kasta ini terjadi setelah skuad Badai Pasifik terpuruk di papan bawah klasemen dan menelan kekalahan 2-5 dari Arema FC pada laga kandang terakhir di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (15-5-2026) malam WIB.

Berdasarkan data yang dilansir dari Bola, keterpurukan performa tim sepanjang musim dipengaruhi oleh krisis finansial dan masalah gaji yang memicu kepergian sejumlah pemain sebelum kompetisi berakhir.

Dari total 33 pertandingan yang sudah dijalani, PSBS Biak tercatat hanya mampu mengemas empat kemenangan, enam hasil imbang, serta mengalami 23 kali kekalahan dengan total kebobolan mencapai 88 gol.

Menyikapi situasi sulit ini, manajemen tim mulai mengalihkan fokus pada proyek jangka panjang dengan memberikan kesempatan bertanding kepada para pemain dari akademi internal klub.

"Untuk saat ini semuanya berjalan baik. Proyek kami adalah proyek yang serius. Kami telah melakukan upaya, kami mendatangkan 15 pemain dari akademi untuk dua pertandingan terakhir ini," ujar Mihail.

Langkah pengorbitan pemain muda ini diambil untuk memetakan kekuatan tim yang akan dipersiapkan guna mengarungi kompetisi musim depan.

"Kami ingin melihat kemampuan para pemain untuk tahun depan. Dari sudut pandang ini, saya optimistis karena kami memiliki fondasi inti yang memungkinkan kami membangun tim dengan semangat yang baik dan di atas dasar yang sangat sehat," lanjutnya.

Dalam menyusun strategi kebangkitan tersebut, juru taktik berusia 68 tahun itu mengaku mengambil inspirasi dari model pengembangan yang diterapkan oleh PSS Sleman.

Mihail menilai kolaborasi manajemen teknis di PSS Sleman berhasil membuktikan bahwa fondasi talenta muda mampu membawa klub langsung promosi kembali ke kasta tertinggi setelah sempat terdegradasi.

"Saya memberikan contoh PSS, yang saya kenal baik dan kita melihat bahwa Pieter Huistra tetap tinggal bersama Ansyari Lubis sebagai direktur teknis, karena dalam hal tertentu, hal yang sama akan berlaku bagi saya di Biak," katanya.

Pendekatan terstruktur yang ditunjukkan oleh klub asal Sleman tersebut menjadi acuan utama bagi jajaran kepelatihan PSBS dalam menyusun program kerja ke depan.

"Kami terinspirasi oleh pekerjaan mereka karena mereka telah bekerja dengan baik. Mereka bangkit kembali dengan para pemain muda dengan fondasi inti yang baik, dan saya juga mengucapkan selamat kepada mereka atas contohnya bagi Biak, demi masa depan kami," imbuhnya.

Recommended