Dominasi Marquez Bersaudara di MotoGP 2025 Tak Dianggap Sejarah

Dominasi Marc Marquez dan Alex Marquez di MotoGP 2025 tak lantas membuat mereka merasa telah mencetak sejarah baru.

Musim MotoGP 2025 menjadi sorotan dengan dominasi keluarga Marquez. Marc Marquez berjaya bersama Ducati, sementara Alex Marquez meraih posisi runner-up. Meskipun begitu, kedua bersaudara ini enggan menyebut pencapaian mereka sebagai sebuah sejarah.

Alex Marquez menjelaskan bahwa baik dirinya maupun Marc menghindari penggunaan kata "bersejarah". Menurutnya, istilah tersebut mengimplikasikan sesuatu yang usang.

"‘Historis' adalah kata yang Marc dan saya sepakat untuk tidak digunakan," ujar Alex.

Marc Marquez tampil dominan sepanjang musim 2025 dengan mengoleksi 11 kemenangan grand prix, 14 kemenangan sprint, dan meraih gelar juara dunia ketujuhnya. Alex Marquez sendiri mencatatkan kemenangan perdananya di MotoGP pada balapan di Spanyol, serta dua kemenangan lain yang mengantarkannya ke posisi kedua klasemen akhir.

Pencapaian ini menandai rekor baru dalam sejarah MotoGP, di mana dua bersaudara berhasil finis di posisi satu dan dua klasemen kejuaraan dunia. Namun, bagi keluarga Marquez, hal ini dipandang sebagai bagian dari proses.

Dalam wawancara yang sama, Alex juga mengungkapkan tentang hubungannya dengan Marc dan tantangan bersaing dengan kakaknya. "Mengalahkan Marc Marquez adalah pernyataan besar," kata Alex.

Alex menggambarkan Marc sebagai pembalap dengan mentalitas luar biasa. "Anda bahkan bisa melihat dia menderita di lintasan, tetapi dia memiliki mentalitas yang mendorongnya untuk terus berkembang dan tekad yang tidak pernah membiarkannya menyerah," ujarnya.

Menurut Alex, perbedaan karakter justru memperkuat hubungan mereka. "Dia sering mengatakan kepada saya bahwa saya lebih seimbang dan tenang, sementara dia lebih berani mengambil risiko," tutur Alex.

Memasuki musim 2026, Alex Marquez akan menunggangi motor Ducati pabrikan. Ia bersikap realistis dan menahan ekspektasi, namun tetap menyimpan ambisi besar untuk meraih gelar juara dunia MotoGP. "Saya sudah berkembang, jadi kenapa tidak?" ujarnya.

"Saya juara di Moto3 dan Moto2, meski itu lebih sulit. Kenapa tidak di MotoGP? Itu adalah impian saya," tegasnya.

Recommended