Pembalap MotoGP Marc Marquez mengungkapkan bahwa momen paling menegangkan dalam karier profesionalnya terjadi saat sesi uji coba pascamusim di Valencia pada akhir 2023. Saat itu, pembalap Spanyol tersebut untuk pertama kalinya menjajal motor Ducati setelah lebih dari satu dekade membela pabrikan Honda.
Tekanan besar untuk membuktikan kemampuan di atas motor baru menjadi alasan utama munculnya rasa gugup tersebut. Marquez merasa diragukan apakah ia masih bisa tampil kompetitif dan cepat dengan spesifikasi motor yang berbeda setelah mengalami penurunan performa akibat cedera panjang sejak tahun 2020.
Dilansir dari Bola, Marquez mengakui bahwa ekspektasi publik terhadap reputasinya menambah beban mental yang signifikan. Ia terus mempertanyakan kemampuannya sendiri untuk mengendarai motor produksi Italia tersebut meskipun para teknisi meyakinkannya bahwa kekhawatiran itu tidak mendasar.
"Hari ketika saya paling gugup adalah saat menguji Ducati di Valencia; itu lebih karena tekanan," kata Marc Marquez, Pembalap MotoGP. Ia menambahkan bahwa tekanan tersebut muncul karena ketidakpastian apakah dirinya bisa segera beradaptasi dan mencatatkan waktu putaran yang cepat.
Keputusan Marquez untuk meninggalkan Honda demi bergabung dengan Gresini Racing pada musim 2024 terbukti tepat. Pada periode tersebut, ia berhasil memutus tren negatif dengan meraih tiga kemenangan Grand Prix, yang merupakan podium tertinggi pertamanya sejak musim balap 2021.
Kesuksesan tersebut berlanjut hingga musim 2025, di mana Marquez tampil dominan dengan mengoleksi 11 kemenangan sepanjang musim. Prestasi gemilang ini sekaligus mengukuhkan gelar juara dunia MotoGP ketujuh bagi pembalap yang kini berusia 33 tahun tersebut.
Sesi uji coba di Sirkuit Ricardo Tormo pada akhir 2023 itu sempat menyita perhatian besar dunia balap internasional. Antusiasme media sangat tinggi hingga mengalahkan sorotan terhadap persaingan perebutan gelar juara dunia antara Francesco Bagnaia dan Jorge Martin pada saat yang bersamaan.
Marquez mengakhiri hari bersejarah tersebut dengan menempati posisi keempat dalam daftar waktu tercepat. Langkah berisiko mengendarai motor tim satelit demi kembali ke puncak klasemen kini menjadi salah satu poin krusial dalam sejarah modern kejuaraan dunia balap motor.