Masanao Kataoka Pimpin Honda Indonesia di Tengah Tantangan Penjualan

Masanao Kataoka resmi menjadi Presiden Direktur Honda Prospect Motor, menghadapi penurunan penjualan signifikan dari 128 ribu unit pada 2023 menjadi 71 ribu unit pada 2025.

PT Honda Prospect Motor (HPM) secara resmi mengumumkan pergantian pucuk kepemimpinan. Masanao Kataoka kini menjabat sebagai Presiden Direktur, menggantikan Shugo Watanabe. Jabatan baru ini datang bersama tantangan besar, mengingat kinerja penjualan Honda di pasar domestik mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Masanao Kataoka menyatakan komitmen kuatnya terhadap pasar Indonesia. Ia menganggap Indonesia sebagai salah satu pasar global penting bagi Honda, dengan potensi pertumbuhan yang besar serta dinamika pasar otomotif yang terus berkembang. Dirinya berjanji untuk menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan konsumen di Indonesia, seraya memperkuat fondasi bisnis perusahaan untuk jangka panjang.

“Indonesia selalu menjadi salah satu pasar yang sangat penting bagi Honda secara global, dengan potensi yang besar serta lanskap industri otomotif yang sangat dinamis. Saya ingin terus membawa Honda tumbuh bersama konsumen di Indonesia dengan menghadirkan pengalaman mobilitas yang menyenangkan, andal, dan relevan di setiap tahap kehidupan mereka,” ungkap Kataoka, seperti dilansir dari Medcom, pada Senin (30-3-2026) di Sunter Jakarta Utara.

Pengalaman Kataoka di Asia Tenggara bukan hal baru. Ia pernah berkarir di bidang Pemasaran dan Penjualan di Filipina serta Malaysia. Sebelum memegang jabatan Presiden Direktur HPM, Kataoka berfokus pada Perencanaan Produk di Jepang. Beberapa tahun terakhir, ia juga bertanggung jawab pada Perencanaan Siklus Bisnis serta Strategi Bisnis Otomotif, dengan konsentrasi pada pengembangan portofolio produk yang selaras dengan perubahan kebutuhan konsumen dan dinamika industri otomotif global.

Penugasan Masanao Kataoka ini bukan tanpa pekerjaan rumah besar. Selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Shugo Watanabe, penjualan Honda dan pangsa pasarnya di kancah otomotif nasional terus menurun. Ini menjadi sorotan utama yang harus dihadapi oleh pemimpin baru tersebut.

Data penjualan retail yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, Honda mengakhiri tahun 2023 dengan total penjualan 128.010 unit, meraih 12,8 persen pangsa pasar. Namun, performa ini tidak bertahan.

Pada tahun 2024, penjualan Honda merosot menjadi 103.023 unit, dengan pangsa pasar turun menjadi 11,6 persen. Penurunan penjualan ini mencapai 19,5 persen, jauh lebih dalam dibandingkan rata-rata penurunan pasar yang berada di angka 13,9 persen. Kondisi kurang menguntungkan juga berlanjut pada tahun 2025.

Tahun lalu, penjualan Honda kembali anjlok ke 71.233 unit, dengan pangsa pasar hanya 8,5 persen. Angka ini menandakan penurunan drastis hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara rata-rata penurunan penjualan pasar otomotif nasional hanya 7,2 persen. Situasi ini menunjukkan 'lampu kuning' bagi Honda di Indonesia.

Recommended