Selat Hormuz Terancam Ditutup Akibat Ketegangan AS-Iran

Garda Revolusi Iran dikabarkan siap menutup Selat Hormuz setelah serangan AS dan Israel. Pengiriman minyak dan gas terancam mandek.

Ketegangan antara AS dan Iran memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak dan gas dunia. Garda Revolusi Iran dilaporkan bersiap menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran krusial untuk ekspor minyak dari negara-negara Teluk.

Menurut seorang pejabat dari misi Angkatan Laut Uni Eropa yang dikutip Reuters, kapal-kapal telah menerima transmisi VFH dari Garda Revolusi Iran yang menyatakan bahwa tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz.

Selat Hormuz adalah jalur ekspor minyak terpenting di dunia. Selat ini menghubungkan produsen minyak utama di Teluk, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Pejabat tersebut, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, mengatakan Pemerintah Iran belum secara resmi mengonfirmasi penutupan Selat Hormuz.

Iran telah berulang kali mengancam akan memblokir Selat Hormuz sebagai respons terhadap potensi serangan terhadap negaranya.

Setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran, sejumlah pemilik kapal tanker, perusahaan minyak besar, dan perusahaan perdagangan telah menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar minyak, dan gas alam cair melalui Selat Hormuz.

Seorang eksekutif di sebuah perusahaan perdagangan besar mengatakan kepada Reuters, "Kapal-kapal kami akan tetap di tempatnya selama beberapa hari."

Citra satelit menunjukkan penumpukan kapal di dekat pelabuhan besar, termasuk Fujairah di Uni Emirat Arab, karena mereka tidak bergerak melalui Selat Hormuz.

Asosiasi kapal tanker INTERTANKO menyatakan bahwa Angkatan Laut AS telah mengeluarkan peringatan untuk tidak berlayar di wilayah Teluk Persia, Teluk Oman, Laut Arab Utara, dan Selat Hormuz, karena tidak dapat menjamin keselamatan pelayaran.

Kementerian pelayaran Yunani juga menyarankan kapal-kapal untuk menghindari Teluk Persia, Teluk Oman, dan Selat Hormuz, berdasarkan informasi peringatan yang dilihat oleh Reuters.

Recommended