Legenda AC Milan, Massimo Ambrosini, memberikan kritikan terhadap performa Manchester City pada musim ini. Menurutnya, The Citizen telah kehilangan identitas permainan yang menjadi ciri khas mereka.
Ambrosini menyatakan bahwa tim asuhan Pep Guardiola memerlukan perubahan signifikan agar dapat kembali bersaing untuk meraih gelar juara.
Kritik ini muncul setelah Manchester City tersingkir dari Liga Champions UEFA usai dikalahkan Real Madrid dengan agregat 1-5. Kekalahan ini menjadi yang ketiga kalinya secara beruntun bagi City saat berhadapan dengan raksasa Spanyol di kompetisi tersebut.
Performa City di kompetisi domestik juga dinilai jauh dari harapan. Mereka tertinggal dari Arsenal dalam perburuan gelar Premier League.
Ambrosini menilai bahwa kondisi ini menandakan proyek Guardiola mulai kehilangan arah. "Saya berada di Madrid pekan lalu. Tim ini tidak terlihat seperti tim Pep yang biasanya. Mereka kekurangan kualitas dan semangat juang," ujar Ambrosini.
Ambrosini menyoroti kurangnya keterlibatan Erling Haaland dalam permainan tim. Menurutnya, City gagal memaksimalkan potensi Haaland karena kurangnya suplai bola yang efektif. "Mereka harus menemukan cara untuk lebih melibatkan Haaland. Dia terlalu jarang menyentuh bola, padahal tim sering bermain di sepertiga akhir," tambahnya.
Ambrosini juga menyoroti bahwa tim-tim lawan kini semakin memahami pola permainan Manchester City. "Tim-tim lain sudah terbiasa menghadapi City. Itu masalah terbesar mereka saat ini," jelasnya.
Di tengah situasi sulit ini, masa depan Pep Guardiola juga mulai menjadi bahan spekulasi. Pelatih asal Spanyol itu dikabarkan mempertimbangkan untuk mengambil jeda dari dunia sepak bola jika gagal mempersembahkan trofi musim ini.