Max Verstappen, pembalap Red Bull, sekali lagi menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap aturan Formula 1 yang akan datang pada tahun 2026. Ia menilai bahwa konsep aturan tersebut "tidak tepat", usai mengalami kecelakaan saat kualifikasi GP Australia, Sabtu (7-3-2026).
Kritik tersebut dilontarkan setelah perdebatan panas dalam briefing para pembalap pada Jumat malam, di mana Verstappen menjadi salah satu yang paling vokal menentang aturan baru F1.
Verstappen mengalami kecelakaan pada sesi Q1 di Sirkuit Albert Park setelah bagian belakang mobilnya tiba-tiba mengunci. Setelah keluar dari kokpit, ia tampak mengkhawatirkan kondisi tangannya dan menjalani pemeriksaan medis. Beruntung, ia dinyatakan tidak mengalami cedera serius.
"Semua baik," kata Verstappen seperti dikutip dari crash.net.
"Saya hanya perlu menjalani rontgen untuk memastikan tangan saya baik-baik saja. Tapi, tidak ada yang patah," lanjutnya.
Verstappen menjelaskan bahwa insiden itu terjadi tiba-tiba saat ia menginjak pedal.
"Saya hanya menginjak pedal dan seluruh poros belakang langsung mengunci. Terutama dengan mobil F1 seperti ini, itu sangat aneh. Maksud saya, saya tidak pernah mengalami hal seperti itu sepanjang hidup saya. Saya tidak tahu dari mana asalnya," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa belum sempat membahas kejadian tersebut dengan timnya.
Saat ditanya apakah kecelakaan itu berkaitan dengan aturan baru F1, Verstappen mengaku belum bisa memastikan.
"Saya tidak tahu. Ada begitu banyak hal yang menurut saya perlu kita lihat kembali secara keseluruhan sebagai sebuah olahraga. Jadi ya, apa lagi yang bisa saya katakan?"
Ia menegaskan bahwa dalam briefing pembalap pada Jumat malam, dirinya sudah menyampaikan pandangannya secara terbuka. Verstappen bahkan mengaku tidak menikmati mengendarai mobil generasi baru tersebut.
"Saya mengatakan apa yang saya pikirkan. Maksud saya, saya jelas tidak menikmati sama sekali mobil-mobil ini," ujarnya.
"Saya tidak tahu. Anda bisa menilai sendiri, tapi jika melihat rekaman onboard, saya rasa sudah cukup jelas, bukan?"
Menurutnya, mobil saat ini membuat balapan justru menjadi lebih lambat.
"Tidak ada yang bisa Anda lakukan. Anda hanya bisa membuatnya lebih lambat, dan kemudian tentu saja Anda mendapatkan balapan dengan kecepatan yang lebih normal, tapi itu tetap balapan dengan kecepatan yang lebih lambat," ucapnya.
“Formulanya memang tidak tepat, dan itu sesuatu yang lebih sulit diubah, tapi saya rasa kita harus melakukannya."
Sementara itu, tim Mercedes-AMG Petronas Formula One Team mendominasi sesi kualifikasi di Albert Park.
George Russell berhasil merebut pole position, diikuti rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, di posisi kedua. Hasil tersebut memunculkan tudingan bahwa Mercedes sebelumnya sengaja menyembunyikan potensi mobil mereka.
Namun, Verstappen mengklaim sudah memperkirakan keunggulan Mercedes sejak awal.
"Saya sudah mengatakan sejak di Bahrain, tunggu saja di Melbourne dan Anda akan melihat seberapa cepat mereka," kata Verstappen.
"Jadi, bagi saya itu bukan kejutan."
Ia juga menyoroti jarak waktu yang cukup besar dengan posisi terdepan.
"Selisihnya delapan persepuluh detik dari posisi pertama. Itu masih jarak yang sangat besar," katanya.
Verstappen menegaskan timnya harus segera meningkatkan performa mobil dan mesin jika ingin bersaing.
"Kami tahu bahwa kami harus meningkatkan mobil dan mesin untuk melawan Mercedes, karena pada akhirnya kami tidak berada di sini untuk finis di posisi tiga, empat, lima, enam, atau apa pun."
"Kami di sini untuk menang. Jadi, langkah demi langkah, semoga kami bisa semakin mendekat," katanya lagi.
Start dari Posisi Belakang
Verstappen sebenarnya memiliki opsi untuk mengubah setelan mobil dan memulai balapan dari pitlane. Namun, ia mengaku belum melihat perubahan apa yang bisa dilakukan.
"Saya bahkan tidak tahu harus mengubah apa, sejujurnya."
Ketika ditanya apakah balapan dari posisi ke-20 akan menjadi hari yang panjang, Verstappen memberikan jawaban singkat.
"Ini akan menjadi musim yang panjang, itu yang bisa saya katakan," ujar juara dunia empat kali itu.