Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Menteri Abdul Mu'ti, telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 10 Tahun 2026. Regulasi ini berfokus pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang optimal dan penguatan karakter siswa di sekolah, sekaligus mengedepankan gerakan hemat energi dan air.
Seperti diberitakan oleh Medcom, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi energi di berbagai sektor. Pembelajaran tatap muka di sektor pendidikan tetap berjalan seperti biasa, namun disertai dengan dorongan kuat untuk menerapkan praktik hemat energi dan air.
Mu'ti menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, untuk memfasilitasi sekolah dalam menjalankan inisiatif penghematan energi dan air. Terdapat delapan poin utama yang harus diterapkan di lingkungan pendidikan guna mendukung kebijakan efisiensi energi nasional.
Langkah-langkah yang diimbau oleh Mendikdasmen mencakup beberapa aspek penting dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Tujuannya adalah membentuk kebiasaan yang ramah lingkungan dan efisien energi sejak dini di kalangan warga sekolah.
Delapan gerakan tersebut antara lain adalah pembiasaan penggunaan transportasi ramah lingkungan menuju sekolah, seperti berjalan kaki, bersepeda, berbagi tumpangan, atau menggunakan transportasi publik. Aspek keselamatan dan kondisi lokal menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaannya.
Selain itu, terdapat anjuran untuk mematikan lampu, pendingin ruangan, kipas angin, dan perangkat listrik lainnya ketika tidak sedang digunakan. Memaksimalkan pencahayaan serta ventilasi alami pada siang hari juga menjadi prioritas. Penggunaan pendingin ruangan harus diatur secara efisien sesuai kebutuhan.
Pemasangan pengingat hemat energi di ruang kelas dan setiap ruangan sekolah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran. Penggunaan air secara efisien, dengan memastikan keran tertutup setelah dipakai, serta perbaikan berkala pada instalasi air yang bocor, juga termasuk dalam imbauan ini. Edukasi tentang konservasi air kepada seluruh warga sekolah menjadi bagian integral dari gerakan tersebut.
Pembelajaran Tatap Muka Tetap Berjalan
Dalam kesempatan yang sama, Mu'ti juga menegaskan bahwa layanan pendidikan di satuan pendidikan harus tetap berjalan lancar. Pembelajaran tatap muka akan terus dilaksanakan tanpa gangguan, mengingat karakteristik sektor pendidikan dasar dan menengah yang menempatkan interaksi langsung sebagai elemen krusial dalam proses belajar.
Meskipun pemerintah menerapkan pola kerja fleksibel berupa Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama satu hari dalam seminggu untuk efisiensi mobilitas dan energi, sektor pendidikan dasar dan menengah tetap mempertahankan kegiatan belajar secara langsung di sekolah masing-masing.