Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Janjikan Insentif Pajak untuk Pasar Modal

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa siapkan insentif pajak pasar modal jika program PINTAR sukses tingkatkan investor domestik dalam enam bulan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana memberikan insentif pajak bagi sektor pasar modal Indonesia apabila Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) menunjukkan keberhasilan dalam kurun waktu enam bulan mendatang. Kepastian ini disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, pada Senin (27/4/2026).

Dilansir dari Detik Finance, pemberian insentif tersebut bertujuan untuk memperdalam pasar modal nasional melalui penguatan basis investor lokal. Purbaya menilai partisipasi masyarakat domestik yang masif akan menjadi benteng bagi indeks saham agar tidak mudah bergejolak akibat aktivitas investor asing.

"Kalau programnya jalannya bagus, let's say enam bulan dari sekarang, boleh lah datang ke saya minta insentif," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Skema insentif yang tengah dipertimbangkan oleh Kementerian Keuangan mencakup pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) secara bertahap. Meskipun potensi pendapatan negara berkurang dalam jangka pendek, Purbaya meyakini perputaran dana di reksa dana dan obligasi akan menggerakkan ekonomi secara keseluruhan.

Program PINTAR sendiri akan difokuskan pada instrumen reksa dana yang dikelola oleh Manajer Investasi berpengalaman. Pemerintah secara khusus mendorong generasi muda untuk menjadikan reksa dana sebagai pintu masuk awal untuk memulai investasi di pasar modal.

Langkah pendalaman pasar ini dianggap krusial guna menjaga ketahanan finansial nasional dari sentimen eksternal. Menurut Purbaya, fundamental ekonomi yang terjaga harus didukung oleh dominasi investor dalam negeri agar pasar tidak mudah digoyang oleh spekulasi asing.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa jumlah investor pasar modal Indonesia saat ini telah menembus angka 24,7 juta orang. Kelompok usia muda menjadi dominasi utama dalam struktur investor tersebut.

Airlangga menegaskan bahwa penguatan pasar domestik berperan sebagai peredam kejut atau shock absorber yang efektif menghadapi ketidakpastian global. Ia juga meminta pihak Self-Regulatory Organization (SRO) untuk mempercepat reformasi agar pasar modal dapat menjadi sumber pembiayaan skala besar.

Kementerian Keuangan akan terus melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memantau perkembangan program PINTAR. Langkah ini diambil untuk memastikan aliran dana publik masuk ke dalam sistem reksa dana secara optimal sebelum kebijakan insentif pajak diterapkan.

Recommended