Lewis Hamilton mengutarakan kekhawatiran terkait keputusan Ferrari yang berpotensi mengganggu musim balap 2026. Ketidakpastian peran race engineer baru menjadi sorotan utama bagi juara dunia tujuh kali tersebut.
Kepindahan Hamilton ke Ferrari, yang digadang-gadang sebagai kolaborasi impian setelah meninggalkan Mercedes, ternyata tidak berjalan mulus di musim perdananya. Adaptasi yang sulit dengan SF-25 menjadi kendala utama, mengakibatkan selisih 86 poin dari rekan setimnya, Charles Leclerc.
Ferrari telah mengkonfirmasi bahwa Riccardo Adami, race engineer Hamilton, dipindahkan ke posisi lain. Namun, hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai penggantinya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi Hamilton menjelang musim baru.
Hamilton mengakui ketidakpastian ini dapat memengaruhi performanya. "Ini sebenarnya periode yang cukup sulit karena solusi yang kami miliki saat ini bukanlah jangka panjang, hanya untuk beberapa balapan saja," ujar Hamilton.
"Jadi, di awal musim nanti akan ada pergantian lagi, dan saya harus belajar bekerja dengan orang baru. Itu merugikan dalam sebuah musim ketika Anda ingin datang dengan orang-orang yang sudah menjalani beberapa musim bersama, telah melalui suka dan duka, dan tetap tenang," imbuhnya.
Meski demikian, Hamilton menegaskan komitmennya untuk beradaptasi dengan situasi tersebut. "Namun, inilah situasi yang saya hadapi dan saya akan mencoba melakukan yang terbaik. Tim juga berusaha melakukan yang terbaik agar prosesnya semulus mungkin," lanjut Hamilton.
Secara khusus ia juga menyinggung perpisahannya dengan Adami. Menurut Hamilton, keputusan tersebut bukan hal yang mudah.
"Dengan Riccardo, tentu saja itu keputusan yang sangat sulit untuk diambil. Saya benar-benar sangat berterima kasih atas semua usaha yang ia berikan tahun lalu dan kesabarannya dalam tahun yang sulit bagi kami semua," ucapnya.
Dalam hari pertama tes pramusim di Bahrain, Hamilton mencatatkan waktu terbaik 1 menit 36,433 detik yang menempatkannya di posisi ketujuh. Sementara itu, Leclerc tampil lebih cepat dengan 1 menit 35,190 detik untuk finis ketiga.
Catatan waktu tercepat hari itu dibukukan oleh Lando Norris dengan 1 menit 34,669 detik.