Menkeu Optimistis IHSG Kembali Menguat di 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini IHSG akan kembali naik seiring ekonomi yang baik dan mencapai level 10.000 di akhir 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimismenya terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia meyakini bahwa IHSG akan kembali menguat sejalan dengan kondisi perekonomian Indonesia yang dinilai masih solid. Purbaya pun meminta agar masyarakat tidak terlalu khawatir dengan penurunan IHSG yang terjadi baru-baru ini.

Menurut data dari RTI, IHSG pada penutupan perdagangan hari ini berada di level 7.022,28, mengalami penurunan sebesar 114,92 poin atau -1,61%. Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat turun 4,29%, dan dalam sebulan terakhir anjlok 15,04%.

"Baru bulan apa sekarang? Data triwulan pertama belum keluar, triwulan kedua belum keluar. Pasti naik ke atas. Jadi nggak usah takut teman-teman, asal jangan beli saham gorengan," tegas Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Purbaya bahkan meyakini bahwa IHSG berpotensi mencapai level 10.000 jika tren positif perbaikan ekonomi terus berlanjut hingga akhir tahun 2026.

"To the moon tetep. 10 ribu masih bisa. Kan akhir tahun. Bisa karena emang ekonominya membaik. Kita gerakan ekonomi kita akan berbeda dengan negara-negara tetangga kita. Kita udah nomor 1 di G20 lo masih ga percaya juga? apalagi?" tegas Purbaya.

Menurutnya, dengan defisit fiskal yang terkendali, Indonesia memiliki kemampuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Pengalaman Indonesia dalam menghadapi berbagai gejolak global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia, juga menjadi modal penting.

Oleh karena itu, Purbaya menyarankan agar investor tidak terlalu cemas menghadapi volatilitas pasar saat ini. Ia juga menekankan pentingnya investor untuk tetap selektif dalam memilih saham dan menghindari saham-saham berisiko tinggi atau "gorengan".

"Kalau saya bilang iya (waktunya serok). Iya pilih saham yang bagus buat serok-serok. Fondasi ekonomi kita bagus kita sudah pernah ngalamin harga minyak tinggi berkali-kali seperti saya bilang waktu di istana kemarin. Knowledge-nya nggak hilang masih ada di kepala jadi harusnya kita akan survive," sebut Purbaya.

Recommended