Menkop Buka Suara Soal Impor Mobil PT Agrinas untuk Koperasi

Menkop Ferry Juliantono menjelaskan impor mobil pickup PT Agrinas untuk Koperasi Desa sesuai Inpres Nomor 17 Tahun 2025.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan penjelasan terkait impor 105.000 unit mobil pickup dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Menurut Ferry, langkah ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025.

Kementerian Koperasi, kata Ferry, menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk menjalankan program KDMP berdasarkan Inpres tersebut. Agrinas bekerja sama dengan TNI dalam pembangunan fisik KDMP, termasuk pengadaan perlengkapan.

Ferry menjelaskan bahwa pengadaan kendaraan merupakan bagian dari perlengkapan tersebut. Ia mengakui tidak mengetahui detailnya karena dilaksanakan langsung oleh Agrinas Pangan dengan produsen dari India. Hal ini disampaikan Ferry di DPR pada Rabu (11/3/2026).

Ferry menambahkan, monitoring dan evaluasi terus dilakukan terhadap pembangunan fisik gudang, gerai, dan kelengkapan KDMP. Pemerintah juga terbuka terhadap masukan dari DPR terkait pelaksanaan KDMP.

"Secara umum kami yang melaksanakan pemberian pekerjaan kepada PT Agrinas Pangan tentu kami ikut punya tanggung jawab di sini untuk memastikan bahwa pembangunan fisik gudang gere dan kelengkapannya itu bisa sesuai dengan Inpres nomor 17 tahun 2025," ujar Ferry.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan alasan impor mobil pickup dari India. Menurutnya, produksi lokal hanya sekitar 70 ribuan unit, sehingga impor dilakukan untuk menjaga harmonisasi industri logistik dan memberikan alternatif kepada masyarakat.

"Alasan pertama, karena produksi lokal selama ini kan 70 ribuan, sehingga kalau kita ambil semua di lokal nanti itu kan mengganggu industri logistik yang lain-lainnya. Sehingga untuk menjaga harmonisasi kita buka ruang untuk memberikan pilihan kepada masyarakat agar punya alternatif-alternatif, sehingga kita bisa mendapatkan kendaraan dengan harga yang fair," ujar Joao menjawab pertanyaan detikcom, di Jakarta, Jumat (20/2/2025).

Selain itu, Joao mengklaim bahwa mobil pickup impor memiliki spesifikasi kompetitif dengan harga lebih terjangkau, sekitar setengah dari harga kompetitor. Konsumen juga dinilai tidak memiliki banyak pilihan, sehingga harga kendaraan dari merek tertentu belum tentu sepadan dengan nilai yang didapatkan.

Joao menambahkan, ke depannya, konsumen akan mendapatkan harga yang sesuai dengan nilai yang dibayarkan (fair price).

"Ke depannya orang beli mobil itu ada fair price. Money value itu menjadi sesuai dengan apa yang kita spend gitu, karena mobil yang saya masukin ini saya kan punya merek-merek yang lain ini nggak sebanding sama sekali. Sedangkan harganya setengah harga daripada harga kompetitornya gitu," terang Joao.

Recommended