MotoGP Harus Jangkau Audiens Lebih Luas Demi Keberlanjutan

Davide Brivio menekankan perlunya MotoGP menjangkau audiens lebih luas agar tetap relevan dan berkelanjutan secara ekonomi.

Masa depan MotoGP tidak hanya ditentukan oleh kualitas balapan di lintasan. Menurut Davide Brivio, prinsipal tim Trackhouse, MotoGP perlu menjangkau audiens yang lebih luas agar dapat terus berkembang dalam jangka panjang.

Brivio, yang pernah sukses bersama Valentino Rossi di Yamaha dan Joan Mir di Suzuki, kembali ke MotoGP pada 2024 setelah sempat berkiprah di Formula 1.

Akuisisi saham mayoritas Dorna Sports oleh Liberty Media pada Juni lalu memunculkan isu mengenai arah baru MotoGP. Brivio menjelaskan bahwa hingga saat ini, belum ada perubahan signifikan di level operasional.

“Kami tahu Liberty kini menjadi pemegang saham terbesar Dorna. Namun pada praktiknya, kami masih bekerja dengan struktur yang sama, dengan Dorna, dengan Carmelo Ezpeleta, dengan Carlos Ezpeleta, dengan orang-orang yang sama,” tutur Brivio.

MotoGP berambisi untuk memperluas jangkauannya, tidak hanya terbatas di Eropa, serta meningkatkan profil pembalap di luar lintasan. Tujuannya adalah menarik sponsor dari luar dunia motorsport dengan membawa MotoGP ke berbagai bidang seperti fesyen, musik, bandara, dan pusat perbelanjaan.

Brivio menilai bahwa kualitas olahraga MotoGP sudah baik, namun tantangannya adalah bagaimana memperluas audiens, menjangkau negara-negara baru, meningkatkan keterlibatan penggemar, dan menarik lebih banyak penonton.

Ia menyadari bahwa pandangan ini mungkin tidak disukai oleh penggemar garis keras. Akan tetapi, Brivio menegaskan bahwa di era modern, olahraga juga merupakan hiburan.

Brivio menekankan bahwa perluasan aspek hiburan tidak boleh mengorbankan esensi balapan MotoGP. Langkah ini justru diperlukan agar MotoGP dapat dinikmati oleh kalangan yang lebih luas.

“Balapan MotoGP bagi kami yang sangat mencintai balap motor sudah sangat menarik. Anda bisa menonton dan menikmati olahraganya,” ucapnya.

“Namun kami juga harus membuka pintu untuk orang-orang yang mungkin tidak tergila-gila dengan MotoGP, tetapi tetap ingin datang menonton, mengunjungi paddock, dan menikmati atmosfernya.”

Brivio membandingkan MotoGP dengan sepak bola dan NBA, di mana penonton tidak hanya menikmati pertandingan, tetapi juga atmosfer dan pengalaman menyeluruh.

Menurut Brivio, penggemar fanatik tetap bisa menikmati detail teknis balapan, sementara penonton baru bisa tertarik oleh pengalaman yang ditawarkan MotoGP.

Ia menyebut Dorna mulai memberi perhatian lebih pada aspek hiburan, bukan hanya balapan semata.

“Karena inilah cara MotoGP bisa bertahan. Inilah cara kami bisa membenarkan perjalanan keliling dunia untuk balapan. Inilah cara MotoGP menjadi berkelanjutan secara ekonomi,” ujar Brivio.

Pandangan Brivio sejalan dengan CEO Ducati, Claudio Domenicali, yang melihat MotoGP sebagai industri hiburan. Domenicali menambahkan bahwa potensi pertumbuhan MotoGP masih sangat besar, terutama jika mencontoh keberhasilan Formula 1 memperluas basis penggemar.

“Jika semua tim MotoGP bisa bekerja bersama untuk menciptakan basis penggemar yang lebih besar, potensinya luar biasa,” pungkas Domenicali.

Recommended