MSCI Coret Saham Indonesia Berkategori High Shareholding Concentration

MSCI resmi mengeluarkan saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) dari indeksnya menyusul pembekuan rebalancing pada Mei 2026.

Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan penghapusan saham-saham asal Indonesia yang masuk dalam kategori kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) pada Rabu (22/4/2026). Langkah strategis ini diambil bersamaan dengan keputusan pembekuan proses rebalancing saham Indonesia yang dijadwalkan pada Mei 2026.

Dilansir dari Detik Finance, MSCI mengambil tindakan tegas ini guna membatasi risiko investabilitas serta memitigasi perputaran indeks yang berlebihan. Saat ini, otoritas indeks global tersebut masih melakukan evaluasi mendalam terkait dampak reformasi pasar modal di Indonesia terhadap aksesibilitas para investor internasional.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menjelaskan bahwa saham kategori HSC ditandai dengan konsentrasi kepemilikan pada segelintir investor terbatas. Penetapan daftar emiten ini dilakukan melalui komite khusus yang melibatkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

"Tujuan dari HSC adalah untuk meningkatkan transparansi kepada publik atas informasi konsentrasi perusahaan tercatat," ujar Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI.

Menurut Irvan, proses penetapan daftar tersebut melalui tahapan pemicu yang mempertimbangkan aspek likuiditas, volatilitas harga, hingga pengawasan pasar. Emiten yang masuk dalam daftar ini dapat melakukan aksi korporasi seperti refloat untuk memperbaiki struktur kepemilikannya agar bisa keluar dari kategori HSC.

Data terkini mencatat sembilan emiten yang masuk dalam kategori HSC tersebut. Daftar ini mencakup PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan konsentrasi 97,31%, PT Rockfields Properti Indonesia (ROCK) sebesar 99,85%, serta PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang mencapai 99,77%.

Daftar Emiten Berkategori High Shareholding Concentration (HSC)
Nama Emiten Kode Saham Konsentrasi Kepemilikan
Barito Renewables Energy BREN 97,31%
Rockfields Properti Indonesia ROCK 99,85%
Ifishdeco IFSH 99,77%
Satria Mega Kencana SOTS 98,35%
Samator Indo Gas AGII 97,75%
Panca Anugrah Wisesa MGLV 95,94%
Dian Swastatika Sentosa DSSA 95,76%
Lima Dua Lima Tiga LUCY 95,47%
Abadi Lestari Indonesia RLCO 95,35%

MSCI juga menyatakan akan menggunakan data keterbukaan informasi pemegang saham di atas 1% untuk menyesuaikan estimasi free float di pasar modal Indonesia. Kebijakan ini diterapkan hingga kajian terhadap reformasi pasar modal nasional dinyatakan selesai secara menyeluruh.

Recommended