PT Asuransi MSIG Indonesia (MSIG Indonesia) meluncurkan inovasi asuransi perjalanan berbasis teknologi yang terintegrasi langsung dalam sistem pemesanan pada Rabu, 6 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk mempermudah akses proteksi bagi masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas domestik.
Dilansir dari Medcom, perusahaan asuransi umum tersebut menjalin kemitraan strategis dengan Ancileo, sebuah perusahaan teknologi asuransi asal Singapura. Kolaborasi ini memungkinkan perlindungan asuransi tersedia secara otomatis saat nasabah melakukan transaksi di platform maskapai resmi maupun agen perjalanan daring.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa frekuensi perjalanan wisatawan dalam negeri tetap kuat dengan catatan 91,14 juta perjalanan pada Februari 2026. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sehingga mendorong relevansi perlindungan asuransi domestik.
"Kebutuhan akan perlindungan perjalanan pun ikut berevolusi, kini tidak lagi hanya relevan untuk perjalanan internasional, tetapi juga semakin penting dalam perjalanan domestik sehari-hari," kata Bernardus P. Wanandi, Wakil Presiden Direktur MSIG Indonesia.
Bernardus menambahkan bahwa MSIG Indonesia berkomitmen menjadi mitra yang menghadirkan solusi inovatif untuk memberikan ketenangan pikiran bagi para pelaku perjalanan. Teknologi dari Ancileo berperan vital sebagai penghubung produk asuransi dengan berbagai platform perjalanan digital secara efisien.
Clemens Philippi, CEO MSIG Asia, menyatakan bahwa investasi dalam kapabilitas digital merupakan strategi untuk memperkuat kepemimpinan di pasar asuransi Asia. Ia menilai pertumbuhan perjalanan di kawasan ini membutuhkan pengalaman layanan yang lebih relevan dan bernilai bagi nasabah.
Founder dan CEO Ancileo, Olivier Michel, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan mendefinisikan ulang cara asuransi memberikan nilai nyata. Integrasi ini diklaim mempercepat proses tanpa memerlukan pengembangan sistem yang rumit bagi mitra platform perjalanan.