Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memberikan respons terhadap sanksi yang dijatuhkan AFC berupa dua pertandingan dengan status kalah walk-over (WO) pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027.
Sanksi ini dijatuhkan akibat Malaysia dianggap menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat. Akibatnya, Malaysia dinyatakan kalah 0-3 dari Timnas Nepal pada 25 Maret 2025, meskipun sebelumnya meraih kemenangan 2-0, dan menang 0-3 dari Timnas Vietnam pada 10 Juni 2025 meski sempat menang telak 4-0.
Keputusan ini merupakan hasil rapat Komite Disiplin dan Etika AFC pada Selasa (17/3/2026), yang menyatakan bahwa Asosiasi Sepak Bola Malaysia melanggar Pasal 56 Kode Disiplin dan Etika AFC.
"Pertandingan Piala Asia AFC 2027 (Kualifikasi Putaran Final) antara Malaysia melawan Nepal yang berlangsung pada 25 Maret 2025 dinyatakan kalah walkover oleh Malaysia. Dengan demikian, berdasarkan penerapan Pasal 25.1 Kode Disiplin dan Etika AFC, Malaysia dinyatakan kalah dengan skor 0-3," tulis AFC.
Selain sanksi pertandingan, FAM juga dikenai denda sebesar 50 ribu dolar AS atau setara dengan Rp850 juta terkait skandal naturalisasi pemain ini.
"Asosiasi Sepak Bola Malaysia diwajibkan membayar denda sebesar USD50.000 yang harus dilunasi dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini disampaikan, sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etika AFC," ungkap AFC.
Menanggapi hal ini, FAM berencana meminta penjelasan lengkap dari Komite Disiplin dan Etika AFC sebelum mengambil sikap terkait sanksi tersebut.
Penjelasan Resmi FAM
Hukuman ini mengakibatkan pengurangan enam poin bagi Malaysia. Tim Harimau Malaya tersebut turun dari peringkat pertama ke posisi kedua Grup F putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027.
Dengan selisih 15 angka dari Vietnam dan hanya satu pertandingan tersisa, langkah armada Peter Cklamovski dipastikan terhenti untuk lolos ke Piala Asia 2027.
"FAM akan mengajukan permohonan tertulis untuk mendapatkan alasan lengkap atas keputusan tersebut dari Komite Disiplin dan Etika AFC sebelum mempertimbangkan langkah selanjutnya yang akan diambil terkait perkara ini," tulis FAM.
Kronologi Kasus
Kasus ini bermula dari pemalsuan dan manipulasi dokumen yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi Malaysia, yaitu Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Ketujuh pemain tersebut dijatuhi hukuman larangan bermain selama setahun oleh FIFA, ditambah denda sebesar 2.000 franc Swiss atau sekitar Rp43 juta. Salah satu pemain, Hector Hevel, sempat diturunkan saat Malaysia mengalahkan Nepal 2-0.
Hector Hevel, bersama dengan Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, dan Jon Irazabal, juga bermain saat Malaysia mengalahkan Vietnam dengan skor 4-0.
Upaya Banding yang Gagal
Malaysia sempat mengajukan banding ke Komite Banding FIFA, namun ditolak. Upaya terakhir untuk membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) juga tidak berhasil, sehingga sanksi untuk ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.