Naturalisasi Dharma Raj Terkendala, Fokus Pelatih Tetap ke Asian Games 2026

Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj, menghadapi kendala dalam proses naturalisasi dirinya yang kini terganjal prioritas pemerintah untuk atlet.

Proses naturalisasi Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj, mengalami kendala dan belum menemukan kejelasan hingga saat ini. Pelatih asal Malaysia itu mengungkapkan bahwa wacana menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) bermula dari pertanyaan wartawan yang kemudian viral di Malaysia.

Kabar tersebut memicu reaksi negatif dari publik di Negeri Jiran, yang mengaitkannya dengan potensi keuntungan sebagai pelatih lokal, seperti penerimaan bonus. Hal ini diungkapkan Dharma Raj dalam wawancara eksklusif bersama Bola.

Dharma Raj menjelaskan bahwa proses naturalisasi dirinya belum menunjukkan kemajuan. Pemerintah Indonesia, menurutnya, memiliki pertimbangan khusus, di mana prioritas naturalisasi lebih ditekankan kepada para atlet.

"Sampai sekarang, pemerintah mungkin menganggap ini kurang penting. Saya dengar, pengajuan seperti ini memang berbeda. Atlet lebih diutamakan," kata Dharma Raj, seperti dikutip dari Bola.

Pria berusia 57 tahun itu menambahkan bahwa ia belum menerima informasi pasti mengenai kelanjutan proses naturalisasinya. Meskipun beberapa kali topik ini dibahas, tidak ada keputusan konkret yang dihasilkan.

Dharma Raj mengutip pandangan bahwa pemberian status WNI tidaklah mudah, dengan atlet menjadi kelompok yang lebih diprioritaskan. "Jadi prosesnya sekarang berhenti dan saya juga tidak tahu bagaimana akan dilanjutkan lagi," jelasnya.

Meski pernah memiliki keinginan untuk menjadi WNI, Dharma Raj kini mulai mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya pada pihak terkait dan menegaskan tidak ingin memaksakan kehendaknya.

"Bukan berarti saya harus merayu. Kalau memang mereka merasa saya sudah berjasa, mungkin bisa dipertimbangkan. Tapi kenyataannya tidak semudah itu," lanjut Dharma Raj.

Fokus pada Asian Games 2026

Di tengah isu naturalisasi, Dharma Raj memastikan bahwa fokus utamanya saat ini adalah mempersiapkan Timnas Hoki Indonesia untuk menghadapi Asian Games 2026 di Aichi–Nagoya. Ia memiliki rekam jejak yang mentereng sejak melatih Hoki Jawa Barat dan bergabung dengan tim nasional menjelang PON Papua 2021.

Dharma Raj berhasil membawa Timnas Hoki Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 2023 dan 2025. Tantangan besar kini menanti, terutama setelah Timnas Hoki Outdoor Putra Indonesia mengamankan tiket ke Asian Games 2026.

Tim Garuda berhasil mengalahkan Thailand 1-0 pada laga terakhir Pool A kualifikasi di Royal Thai Air Force Hockey Field, Bangkok, Thailand, pada Senin (6/4/2026). Pencapaian ini menandai partisipasi beruntun kedua Indonesia di Asian Games melalui jalur kualifikasi.

Dharma Raj berharap Timnas Hoki Indonesia dapat mencapai level yang lebih tinggi. "Kalau kami bisa berada di top 8 Asian Games, itu sudah menjadi sebuah pencapaian. Tetapi, satu keinginan saya adalah melihat Indonesia berada di semifinal level Asian Games," ungkapnya.

Potensi Pemain Keturunan dan Prestasi di Eropa

Selain fokus pada Asian Games, Dharma Raj juga melihat potensi besar dari pemain keturunan Indonesia yang berkarier di luar negeri, khususnya di Belanda. Ia berencana merekrut talenta-talenta ini untuk memperkuat skuad Merah-Putih di masa depan.

Menurut Dharma Raj, Indonesia adalah "sleeping giant" dalam olahraga hoki, dengan sejarah yang kuat terkait Belanda yang dikenal sebagai negara hebat dalam pembinaan hoki. Ia telah bertemu dengan beberapa pemain keturunan Indonesia-Belanda yang memiliki bakat luar biasa.

Beberapa pemain Indonesia bahkan telah menembus liga Eropa, menunjukkan peningkatan kualitas hoki tanah air. Revo Priliandro dan Yuan Jodie bermain di Polandia dan akan berlaga di Euro Hockey League 2026. Sementara Adi Darmawan dan Alviana berkarier di Liga Jerman, serta dua pemain lainnya di Liga Spanyol.

Federasi Hoki Indonesia mulai serius mempertimbangkan kehadiran pemain naturalisasi untuk meningkatkan daya saing di tingkat yang lebih tinggi, tidak hanya di SEA Games, tetapi juga Asian Games hingga Olimpiade. "Alhamdulillah kita menang emas back to back dan pemerintah mulai mendukung olahraga ini, lebih banyak perhatian," tutur Dharma Raj, dilansir dari Bola.

Recommended