Manajemen Juventus dan perwakilan striker Dusan Vlahovic gagal mencapai kesepakatan dalam pertemuan kelima yang berlangsung pada Rabu (6/5/2026) di Turin. Kebuntuan ini terjadi di tengah masa kontrak Vlahovic yang akan segera berakhir pada akhir Juni 2026 mendatang.
Dilansir dari Bola melalui laporan Football Italia, kedua belah pihak belum menemui titik temu terkait angka gaji dan biaya komisi agen yang menjadi poin krusial. Striker asal Serbia tersebut saat ini berstatus sebagai pemain dengan gaji tertinggi di Serie A.
Vlahovic menerima upah bersih sebesar €12 juta atau setara Rp245,1 miliar pada tahun terakhir masa baktinya di Allianz Stadium. Jika kesepakatan tidak segera tercapai, pemain berusia 26 tahun tersebut berpotensi meninggalkan klub dengan status bebas transfer bulan depan.
Laporan dari La Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa pihak keluarga Vlahovic, yang dipimpin oleh ayahnya Milos, sebenarnya telah membuka peluang untuk opsi kontrak jangka pendek. Vlahovic bersedia mempertimbangkan masa kerja tambahan selama dua tahun.
Skema kontrak baru tersebut kabarnya menyertakan opsi pengurangan gaji ke kisaran €6 juta hingga €7 juta per tahun, serupa dengan struktur kontrak pemain Juventus lainnya, Yildiz. Namun, kendala utama tetap tertuju pada biaya tambahan atau ancillary costs.
Biaya tambahan tersebut mencakup bonus penandatanganan dan komisi bagi agen yang hingga kini belum disetujui oleh manajemen Si Nyonya Tua. Meski performa Vlahovic sepanjang musim 2025/2026 sering terganggu cedera, Juventus tetap berupaya memagari sang pemain.
Langkah proteksi ini diambil guna mencegah Vlahovic membelot ke rival langsung Juventus di kompetisi domestik. AC Milan dan raksasa Bundesliga, Bayern Munchen, dilaporkan terus memantau situasi pemain bernomor punggung sembilan tersebut.