Pertamina Mitigasi Risiko Ketahanan Energi Nasional Hadapi Krisis Global

Pertamina perkuat manajemen risiko dan ajak masyarakat bijak konsumsi energi demi menjaga ketersediaan BBM di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.

PT Pertamina (Persero) memperkuat strategi manajemen risiko untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah fluktuasi harga komoditas dan dinamika geopolitik global pada Jumat (8/5/2026). Langkah ini bertujuan memastikan distribusi produk energi tetap berjalan lancar ke seluruh pelosok Indonesia meski menghadapi tantangan rantai pasok.

Dilansir dari Detik Finance, Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin, mengungkapkan bahwa manajemen risiko sangat krusial dalam mengantisipasi dampak krisis di kawasan Timur Tengah. Kawasan tersebut saat ini menyokong sekitar 20 hingga 30 persen kebutuhan energi di Asia, termasuk sebagian minyak mentah untuk Indonesia.

"Manajemen risiko berfungsi mengantisipasi krisis Timur Tengah dengan menjabarkan skenario-skenario yang dapat terjadi. Kita memastikan seluruh produk energi tetap tersalurkan di seluruh Indonesia," kata Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero).

Siddik menjelaskan bahwa persaingan global untuk mendapatkan pasokan energi semakin ketat karena sebagian stok tertahan di Selat Hormuz. Selain penguatan internal, ia mengimbau masyarakat untuk turut serta melakukan mitigasi dengan menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara panik.

Di tingkat operasional, pengawasan ketat dilakukan mulai dari proses penerimaan hingga distribusi. Perwira Subholding Downstream Pertamina Patra Niaga, Gigih Aji Wicaksono, menyatakan tim di lapangan bertugas menjaga mutu dan kecukupan stok di terminal bahan bakar sebelum disalurkan ke masyarakat.

Dari sisi konsumsi, efisiensi energi dapat didukung melalui perilaku pengguna kendaraan. Praktisi Otomotif Rifat Sungkar menyebutkan bahwa teknik berkendara yang konsisten dan pemeliharaan kendaraan yang disiplin mampu menekan pemborosan energi secara signifikan.

Rifat menyarankan pemilik kendaraan untuk rutin melakukan inspeksi persiapan perjalanan dan menggunakan pelumas yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Upaya kolektif antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan dapat membangun pemahaman luas mengenai pentingnya menjaga ketahanan energi nasional di masa depan.

Recommended