Lembaga National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) Amerika Serikat tengah melakukan penyelidikan intensif terhadap inflator airbag buatan Jilin Province Detiannuo Safety Technology Co., Ltd (DTN) asal China pada Kamis (16/4/2026). Komponen tersebut diduga cacat dan telah dikaitkan dengan 12 insiden ledakan yang mengakibatkan 10 orang meninggal dunia serta dua lainnya luka berat.
Otoritas keselamatan kendaraan tersebut mencurigai inflator airbag ini masuk ke pasar Amerika Serikat melalui jalur impor ilegal. Dilansir dari Medcom, pemerintah setempat kini mempertimbangkan pemberlakuan larangan penjualan permanen terhadap komponen tersebut guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.
Hasil investigasi menunjukkan bahwa inflator yang tidak memenuhi standar keselamatan ini dapat meledak dengan kekuatan besar saat airbag mengembang. Ledakan tersebut berisiko melontarkan fragmen atau pecahan logam tajam ke arah pengemudi, yang berpotensi mengenai area vital seperti leher, dada, hingga wajah.
Hingga saat ini, laporan insiden fatal mayoritas ditemukan pada model kendaraan Chevrolet Malibu dan Hyundai Sonata. NHTSA mengidentifikasi bahwa banyak kendaraan yang terlibat memiliki status salvage atau dibangun kembali, yang menunjukkan penggunaan suku cadang pengganti murah dan tidak resmi oleh bengkel perbaikan.
Menteri Transportasi Amerika Serikat, Sean Duffy, menyatakan kekhawatirannya atas temuan penggunaan airbag ilegal di bengkel-bengkel otomotif. Ia menegaskan bahwa tren ini sangat berbahaya bagi keselamatan publik karena komponen tersebut gagal melindungi penumpang saat terjadi kecelakaan.
"Investigasi awal kami terhadap penggunaan airbag ilegal dari China di bengkel otomotif telah mengungkap tren yang mengkhawatirkan: komponen yang tidak memenuhi standar ini membunuh keluarga-keluarga di Amerika," ujar Sean Duffy, Menteri Transportasi Amerika Serikat.
Seiring dengan proses penyelidikan, firma hukum Morgan & Morgan telah melayangkan tiga gugatan hukum terkait kasus ledakan airbag ini. Pengacara Andrew Parker Felix menyebut bahwa dalam banyak kasus, kecelakaan tersebut seharusnya tidak fatal jika sistem airbag bekerja sesuai standar pabrikan tanpa berubah menjadi fragmen berbahaya.
NHTSA mengimbau pemilik mobil bekas yang pernah mengalami kecelakaan dan penggantian airbag sejak tahun 2020 untuk segera melakukan pemeriksaan riwayat kendaraan. Pemilik disarankan memastikan bahwa inflator yang terpasang adalah komponen resmi dan segera melaporkan temuan produk DTN kepada pihak berwenang atau FBI.