Nike Gantikan Adidas sebagai Pemasok Bola Resmi Liga Champions Mulai 2027

Nike akan menjadi penyedia bola resmi Liga Champions menggantikan Adidas mulai musim 2027-2031 setelah negosiasi eksklusif dengan UEFA.

Setelah lebih dari dua dekade, Liga Champions UEFA akan mengalami perubahan signifikan pada kemitraan penyedia bola resmi. Nike akan mengambil alih peran Adidas sebagai pemasok bola pertandingan, menyusul tahap negosiasi eksklusif yang telah disepakati dengan UEFA.

Sejak tahun 2001, Adidas telah menjadi pemegang kontrak penyediaan bola resmi Liga Champions. Merek ini dikenal melalui desain ikonik "Finale" yang menampilkan motif bintang, mereplikasi logo kompetisi dan telah menjadi simbol khas turnamen Eropa tersebut.

Pada Januari lalu, UEFA bahkan secara khusus memberikan apresiasi terhadap desain bola berbintang Adidas. Penghargaan ini berupa peluncuran edisi khusus sebagai peringatan 25 tahun kolaborasi.

UEFA menyatakan, bola bintang Adidas tidak hanya sekadar alat pertandingan. "Sejak pertama kali diperkenalkan, bola bintang Adidas telah melampaui perannya sebagai bola pertandingan dan menjadi simbol semangat serta identitas Liga Champions UEFA," tulis UEFA, seperti dilansir dari Bola.

"Setiap edisi menangkap esensi kompetisi, dari kota tuan rumah hingga para pemain yang akhirnya mengangkat trofi, menjadi penanda sejarah sepak bola yang terus tercipta."

Nike bukanlah nama baru dalam sejarah kompetisi klub Eropa. Perusahaan ini pernah menjabat sebagai pemasok bola resmi UEFA antara tahun 1997 hingga 2001, sebelum posisi tersebut digantikan oleh Adidas.

Kini, Nike diperkirakan telah kembali memenangkan hak tersebut. Hal ini terjadi setelah Nike memasuki periode negosiasi eksklusif dengan UEFA, menandai era baru untuk kompetisi-kompetisi klub pria di bawah naungan UEFA.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menjelaskan bahwa UC3, perusahaan patungan UEFA dan Klub Sepak Bola Eropa yang mengelola hak komersial kompetisi, telah sepakat untuk bernegosiasi secara eksklusif dengan Nike. Kesepakatan ini bertujuan menjadikan Nike penyedia bola resmi untuk seluruh kompetisi klub pria UEFA dari tahun 2027 hingga 2031.

"Keputusan ini menyusul proses tender yang sangat kompetitif yang diluncurkan pada Maret 2026 oleh UC3 dan agensinya, Relevent Football Partners. Tidak ada komentar lebih lanjut yang akan diberikan untuk sementara waktu," lanjut UEFA.

Akhir Era Bola Bintang Ikonik

Laporan dari The Guardian, yang juga dikutip dari Bola, menyebutkan bahwa Nike berhasil mengungguli pesaing seperti Adidas dan Puma. Penawaran kontrak yang diajukan Nike diperkirakan hampir dua kali lipat dari kesepakatan sebelumnya, mencapai sekitar 45 juta dolar Amerika Serikat per tahun.

Tidak hanya Liga Champions, Nike juga akan memperluas cakupannya sebagai pemasok bola untuk Liga Europa dan Conference League, berlaku mulai tahun 2027.

Adidas masih akan memegang kontrak penyediaan bola untuk satu musim Liga Champions terakhir sebelum kontraknya resmi berakhir. Menariknya, hak atas desain bola berbintang yang ikonik diyakini tetap dimiliki oleh Adidas.

Situasi ini berarti, bola ikonik tersebut kemungkinan akan digunakan untuk terakhir kalinya pada partai final musim depan, yang akan digelar di Estadio Metropolitano, Madrid.

Persaingan Juara Liga Champions 2026 Memanas

Sementara itu, Liga Champions musim 2026 telah memasuki fase krusial. Leg kedua perempat final dijadwalkan akan berlangsung pada pekan mendatang, menentukan tim-tim yang akan melaju ke babak selanjutnya.

Menurut data dari Opta yang disampaikan Bola, Arsenal menjadi tim yang paling difavoritkan untuk meraih gelar juara musim ini. Peluang Arsenal mencapai 36 persen setelah mereka memenangkan leg pertama dengan skor 1-0 atas Sporting CP.

Bayern Munchen menempati posisi kedua dengan peluang juara 29 persen, menyusul kemenangan 2-1 mereka atas Real Madrid di leg pertama. Juara bertahan Paris Saint-Germain memiliki peluang 19 persen setelah mengalahkan Liverpool 2-0.

Sementara itu, tim-tim lain seperti Atletico Madrid (9 persen), Barcelona (4 persen), Real Madrid (3 persen), Liverpool (2 persen), dan Sporting CP (1 persen) berada di luar daftar unggulan utama.

Recommended