PT Nindya Karya mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) berasrama guna mendukung pemerataan akses pendidikan gratis di wilayah terpencil Indonesia pada Senin (4/5/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan.
Proyek yang tersebar di berbagai titik ini salah satunya berlokasi di Tual, Provinsi Maluku, dengan capaian progres pembangunan saat ini telah menyentuh angka 28 persen. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, perusahaan menargetkan seluruh infrastruktur pendidikan tersebut dapat rampung secara fungsional pada akhir Juni 2026.
Guna mengatasi hambatan geografis di wilayah timur Indonesia, PT Nindya Karya mengoptimalkan distribusi material bangunan melalui jalur laut. Perusahaan mengerahkan armada kapal tongkang, Landing Craft Tank (LCT), hingga kapal kargo demi menjamin efisiensi logistik menuju lokasi proyek di pelosok daerah.
"Kami ingin hadir tidak hanya sebagai kontraktor, tetapi sebagai bagian dari perjalanan bangsa menuju pendidikan yang lebih merata dan bermutu," kata Bayu Apriyadi, Project Director PT Nindya Karya. Ia menegaskan bangunan ini dirancang untuk menopang cita-cita generasi masa depan.
Selain percepatan fisik, perusahaan melibatkan rekanan lokal untuk memperkuat rantai pasok material bangunan di daerah sekitar proyek. Strategi ini diambil untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat sekaligus mempercepat durasi pengerjaan di lapangan.
Setiap unit Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare dengan standar bangunan yang tahan terhadap cuaca ekstrem. Fasilitas ini dirancang terintegrasi untuk menampung ratusan ribu siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di seluruh titik pembangunan.
Ratusan tenaga kerja dikerahkan secara intensif untuk mengejar tenggat waktu sebelum dimulainya tahun ajaran baru. Meskipun intensitas pekerjaan ditingkatkan, aspek keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama guna memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai standar keamanan konstruksi.