Jelang Hari Raya Idul Fitri, mitra ojek online (ojol) mendapatkan angin segar dengan adanya pemberian Bonus Hari Raya (BHR) dari aplikator jasa transportasi digital. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab menjadi dua perusahaan yang menjalankan inisiatif ini.
Kebijakan pemberian BHR ini menjadi wujud dukungan aplikator terhadap mitra ojol di momen perayaan Idul Fitri. Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menyampaikan apresiasi terhadap langkah ini.
Menurut Timboel, penyaluran BHR oleh aplikator sudah berlangsung selama dua tahun berturut-turut. Hal ini dipandang sebagai komitmen perusahaan dalam menjaga kesejahteraan para mitra.
Inisiatif ini dinilai sebagai sinyal positif bagi perkembangan ekosistem ojol di Indonesia ke arah yang lebih baik. Timboel menambahkan, pemberian BHR ini perlu dilihat sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan bagi pekerja platform digital.
"Ini harus diapresiasi kepada para aplikator yang memang memberikan bonus hari raya. Walaupun tidak ada regulasi yang mewajibkan, mereka tetap mau memberikan sebagai dukungan bagi pengendara ojol menghadapi hari raya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).
Timboel menjelaskan bahwa BHR ini merupakan komitmen perusahaan dan berbeda dengan THR untuk pekerja formal. Pendekatan yang berbasis pada produktivitas dinilai sudah tepat.
Ia mengingatkan bahwa tuntutan untuk menyamakan BHR dengan upah minimum tidak tepat secara yuridis maupun sosiologis. Tuntutan tersebut berpotensi mengganggu keberlanjutan ekosistem ojol.
"Bonus hari raya itu bagian dari komitmen aplikator untuk membantu mitra menghadapi hari raya, berbeda dengan THR pekerja formal," tegas Timboel.
Timboel menambahkan, meskipun BHR penting sebagai dukungan jangka pendek, perlindungan sosial berkelanjutan seperti jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian juga perlu diperkuat.
Sebagai informasi, GOTO dan Grab menyalurkan BHR Keagamaan 2026 kepada mitra ojol dan pengemudi roda empat sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah. Program BHR tahun ini menjangkau lebih dari 850.000 mitra.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa total nilai BHR industri mencapai sekitar Rp 220 miliar. Khusus untuk GOTO, anggaran yang dialokasikan berkisar antara Rp 100-110 miliar, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 50 miliar.
"Jumlah yang diberikan BHR tahun 2026 mencakup kepada sekitar 850.000 mitra penerima atau pengemudi dengan nilai total Rp 220 miliar," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa kemarin.
Alokasi BHR GOTO meningkat dari Rp 50 miliar menjadi Rp 110 miliar pada tahun 2026. Nominal terendah BHR juga mengalami kenaikan 3 hingga 4 kali lipat, dari Rp 50.000 pada tahun 2025 menjadi Rp 150.000 untuk mitra roda dua dan Rp 200.000 untuk mitra roda empat.
Mitra roda dua akan menerima BHR dengan kisaran Rp 150.000 hingga Rp 900.000, sedangkan mitra roda empat akan menerima antara Rp 200.000 hingga Rp 1.600.000.
Grab Indonesia juga menyediakan BHR untuk 400.000 mitra pengemudi aktif roda dua dan roda empat. Bantuan hari raya ini ditetapkan berdasarkan produktivitas dan aktivitas mitra selama periode penilaian.