Emiten pengolah makanan beku berbasis udang, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), mengumumkan pengurangan tenaga kerja dan pembatasan operasional pabrik di Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis (7/5/2026). Perusahaan yang terafiliasi dengan Kaesang Pangarep ini kini hanya mengoperasikan satu unit pabrik akibat krisis modal kerja.
Kekurangan likuiditas tersebut berdampak langsung pada kapasitas produksi perusahaan yang menurun drastis. Berdasarkan laporan kinerja yang dilansir dari Detik Finance, kondisi ini memicu efisiensi besar-besaran terhadap sumber daya manusia di lingkungan internal perseroan.
Manajemen mencatat sedikitnya 116 karyawan telah terkena kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sejak tahun 2024. Rinciannya terdiri dari 37 orang staf dan 79 pekerja harian, sementara 82 orang staf lainnya memilih untuk mengundurkan diri atau resign selama periode tersebut.
"Pemutusan hubungan kerja dengan karyawan dikarenakan penurunan kapasitas produksi. Jumlah karyawan yang di-PHK sejak tahun 2024 sebanyak 37 orang staf, 79 orang harian, serta 82 staf resign," kata Martinus Soesilo, Direktur Utama PT Panca Mitra Multiperdana Tbk dalam keterbukaan informasi.
Martinus menjelaskan bahwa perseroan memerlukan suntikan modal kerja setidaknya sebesar US$ 15 juta atau setara Rp 260,39 miliar dengan kurs Rp 17.359 per dolar AS. Tanpa dana tersebut, operasional perusahaan hanya bisa bertumpu pada satu fasilitas produksi.
Penurunan kinerja keuangan terlihat dari pendapatan perseroan yang anjlok hingga 51,13% secara tahunan (year-on-year) per 30 September 2025. Segmen penjualan udang Vannamei menjadi penyumbang penurunan terdalam dibandingkan periode sebelumnya.
Pada periode 30 September 2024, pendapatan dari segmen penjualan udang sea caught dan ikan salmon tercatat sebesar US$ 4,54 juta atau sekitar Rp 78,85 miliar. Namun, keterbatasan dana menghambat laju pertumbuhan segmen-segmen tersebut sepanjang tahun berjalan.
Saat ini, manajemen PMMP sedang berupaya mencari solusi jangka pendek melalui pencarian mitra strategis. Upaya tersebut mencakup rencana kerja sama tooling, maklon, sewa aset, hingga pembicaraan dengan investor baru guna mendapatkan pendanaan segar.